Respons Pemerintah RI Soal Kebijakan Baru Donald Trump

Respons Pemerintah RI Soal Kebijakan Baru Donald Trump
Twit Presiden AS Donald Trump kena sweeping Twitter. Foto: Deadline

jpnn.com, JAKARTA - Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi merespons soal langkah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengenakan tarif 32 persen untuk barang asal Indonesia yang masuk ke AS. 

Arief mengatakan, Indonesia akan meningkatkan produksi pangan dalam negeri sebagai respons terhadap kebijakan tarif timbal balik dari Donald Trump.

Menurut Arief, kebijakan Donald Trump itu menjadi momentum bagi Indonesia untuk lebih mandiri dalam produksi pangan dan mengurangi ketergantungan pada impor.

"Pada saat currency rate tinggi, harga pangan dunia tinggi, kemudian pemberlakuan tarif yang tinggi dari beberapa negara bukan cuma Donald Trump, ini waktunya kita meningkatkan produksi dalam negeri," kata Arief, Jumat (4/4).

Karena itu Arief mengaku pentingnya meningkatkan cadangan pangan pemerintah, yang bisa digunakan untuk menjaga kestabilan harga pangan di pasar, terutama di daerah-daerah dengan kebutuhan lebih tinggi.

"Kemudian yang berikutnya meningkatkan cadangan pangan pemerintah (CPP). Bolak-balik saya selalu sampaikan cadangan pangan pemerintah. Ini saya nggak bosan mengulang-ulang," ujar Arief.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah membeli produk pangan dengan harga yang kompetitif dan menyimpannya dalam kondisi beku di cold storage, untuk digunakan saat harga pangan melonjak tinggi.

"Misalnya tadi pada saat karkas, live bird harganya rendah, dibeli tetap dengan harga yang bagus, kemudian digunakan airbrush freezer, simpan dalam cold storage, frozen condition," ujarnya lagi.

Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi merespons soal langkah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengenakan tarif 32 persen

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News