Respons Pemprovsu Soal Dua Maskapai Tutup Rute ke Silangit

“Jadi dengan mudahnya ke situ, kita bisa buat banyak pilihan. Objek wisata Danau Toba juga menurut kami sudah banyak dibenahi oleh Badan Pelaksana Otorita Danau Toba, Kemenpar maupun Kementerian PUPR. Seperti di daerah Hutaginjang dan lainnya saya pikir sudah ditata itu,” katanya seraya mengaku, secara resmi belum ada pemberitahuan dari dua perusahaan maskapai itu soal penutupan rute ke Silangit.
“Ya, belum ada. Tapi saya baca di media karena faktor penumpang ke sana tidak memenuhi ekspektasi mereka, maka akhirnya mereka tutup penerbangan ke Silangit,” pungkasnya.
Dishub Sumut mengakui, sejauh ini belum ada pemberitahuan resmi dari pihak maskapai yang dikabarkan sudah menutup penerbangan ke Silangit. “Belum, belum ada disampaikan ke kita tembusannya. Biasanya itu langsung koordinasinya ke pusat (Kemenhub),” kata Kabid Perkeretaapian dan Pengembangan Dishub Sumut, Agustinus Panjaitan.
Semestinya, kata dia, kalau dari awal pembukaan rute penerbangan ke sana diumumkan secara resmi ke masyarakat, hal serupa juga harus dilakukan saat penutupan.
“Biasa ‘kan kalau pembukaan itu ada, rata-rata pun disampaikan ke pusat. Tapi seyogyanya kalau dia mengawali ada memberitahu, mengakhiri juga harusnya ada. Coba ditanyakan ke AP II atau pihak maskapainya sajalah,” katanya seraya menyebut kemungkinan penutupan rute ke Silangit akibat jumlah penumpang yang tidak sebanding.(prn)
Dua maskapai yakni Garuda Indonesia dan Malindo Air resmi menutup rute penerbangan dari Jakarta ke Bandara Sisingamangaraja XII, Silangit, Taput, Sumut.
Redaktur & Reporter : Budi
- Puncak Arus Mudik, Garuda Indonesia Group Angkut 81 Ribu Penumpang
- Serikat Karyawan Garuda Indonesia Desak Transparansi Manajemen
- Rekrutmen Eks Lion Air Picu Protes Keras dari Karyawan Garuda, Dinilai Tidak Transparan
- Sesal Kabur
- Wujudkan Transformasi Sekolah di Pulau Komodo, Pegadaian & Garuda Indonesia Bersinergi
- Garuda Indonesia Umrah Travel Fair 2025 Digelar di Surabaya, Proyeksinya 34 Ribu Kursi