Retno Marsudi, Tengah Malam Bertemu Jokowi

Namun, tentu saja dia tidak bisa langsung menemui Jokowi. Karena yang bersangkutan tengah mengikuti acara pelantikan Presiden diikuti dengan sejumlah agenda kegiatan lainnya.
"Pukul 17.15 WIB, mas Andi menelepon dan saya diminta malam itu juga ketemu dengan Bapak Presiden. Jadi saya ketemu dengan Pak Presiden, Senin tengah malam," urai Mantan Dubes RI untuk Norwegia dan Islandia itu saat ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Minggu (26/10).
Meski dipastikan menjadi kandidat menteri, Retno masih disibukkan dengan pekerjannya sebagai Dubes RI untuk Belanda. Sepekan sebelum dilantik, dia masih bekerja dari rumah.
"Kita sambil kerja, karena posisi saya masih sebagai Dubes Indonesia untuk Belanda. Jadi dari rumah, saya masih melakukan pekerjaan sebagai dubes,"katanya.
Retno menuturkan, dirinya tidak pernah mengira bakal terpilih dalam jajaran kabinet Jokowi. Namun, dia mengikuti upaya Jokowi dalam mencari menteri yang memiliki rekam jejak bersih, dengan cara meminta rekomendasi dari KPK dan PPATK.
"Beliau kan berusaha mencari tahu track record masing-masing calon menteri yang dikendaki,"katanya.
Alumnus program master dari Haagschee Hooge School Den Haag itu menguraikan dirinya akan menjaga dan menjalankan amanah yang diberikan oleh Presiden Jokowi. Bagi Retno, menjadi menteri adalah perintah untuk mengabdi.
"Saya selalu berusaha bekerja dengan hati apalagi Presiden Jokowi katakan kerja, kerja, kerja untuk rakyat," urainya.
SALAH satu dari delapan Menteri Perempuan Kabinet Kerja yang patut diperhitungkan adalah Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Lestari Priansari Marsudi.
- Asuransi Jasindo Mudik Bikin Arus Balik Lebih Aman & Nyaman
- Polisi Berlakukan Contraflow di Jalur Nagreg Menuju Bandung
- Golkar Aceh Mendukung Program PP AMPG untuk Bersihkan 444.000 Rumah Ibadah di Indonesia
- Arus Balik Lebaran, ASDP Imbau Pemudik Beli Tiket Sebelum ke Pelabuhan
- Warga Bojongsoang Geger Temuan Mayat Bayi di Tumpukan Sampah
- Soal Kebijakan Tarif Trump, Indonesia Diusulkan Dorong WTO Menyehatkan Perdagangan Global