Reuni Alumni 212, Simak nih Komentar Din Syamsuddin

Salah satunya melalui demonstrasi. Contohnya, yang akan dilakukan kelompok pendukung aksi 212 dengan menggelar reuni.
”Mereka juga mempunyai hak untuk mengaktualisasikan diri,” terang dia kepada Jawa Pos kemarin.
Menurut dia, rencana reuni aksi 212 adalah absah di alam demokrasi selama tidak menggunakan kekerasan.
Namun, tutur Din, dirinya tidak ikut dalam reuni itu karena bukan alumnus. Mantan ketua umum PP Muhammadiyah tersebut memiliki pemikiran sendiri dalam memahami permasalahan umat Islam dan bagaimana cara mengatasinya.
Menurut pria kelahiran Sumbawa, NTB, tersebut, kemuliaan Islam dan muslimin di Indonesia perlu dicapai melalui perjuangan strategis, yaitu dengan mengembangkan infrastruktur kebudayaan umat Islam.
Karena itu, diperlukan karya nyata dalam meningkatkan mutu kehidupan umat dalam berbagai bidang.
Dibutuhkan juga langkah strategis yang lebih menekankan praksisme keagamaan daripada menampilkan mob populisme keagamaan.
”Perjuangan umat Islam lebih baik mengambil bentuk orientasi praksisme (karya-karya kebudayaan, Red) daripada orientasi populisme (kerja kerumunan, Red),” tegas Din. (far/lum/c10/fat)
Reuni Alumni 212 adalah absah di alam demokrasi selama tidak menggunakan kekerasan. Apakah Din Syamsuddin akan ikut hadir?
Redaktur & Reporter : Soetomo
- Percepatan Pengangkatan PPPK & CPNS 2024, BKN Minta Usulan Jangan Mepet
- Perintah Mendagri kepada Pemda terkait Pengangkatan PPPK & CPNS 2024, Jelas
- Mendagri Tito Yakin Indonesia Emas 2045 Bakal Tercapai: Semua Daerah Harus Bergerak
- Retret Kepala Daerah Dilaporkan ke KPK, Mendagri Berikan Penjelasan, Silakan Disimak
- Mendagri Tito Ungkap Alasan Mundurnya Jadwal Pelantikan Kepala Daerah
- Sebelum Disetujui Prabowo, Tito Sebut Ibu Kota Negara Masih di Jakarta