Revisi MD3 Berlaku, Polri Siapkan Perkap Panggil Paksa
jpnn.com, JAKARTA - Polri memberikan respons terkait disahkannya revisi Undang Undang Nomor 2 Tahun 2018 tentang Majelis Pemusyawaratan Rakyat, Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (UU MD3).
Hal ini karena adanya pasal 73 ayat 4 yang mengatur bahwa DPR berhak memerintahkan kepolisian melakukan pemanggilan paksa kepada siapa saja yang mangkir dalam memenuhi panggilan DPR sebanyak tiga kali.
Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto mengatakan, pihaknya tengah mempersiapkan ketentuan turunan dari undang-undang tersebut dalam bentuk peraturan kapolri (Perkap).
"Perkap itu Polri yang mengatur, nanti kami lihat materi subtansi dari UU itu apa, baru nanti kami buat penjabarannya," ujar dia di Mabes Polri,Senin (19/3).
Namun jenderal bintang dua ini belum mau memerinci apa isi utama perkap tersebut. Pasalnya kini mereka mulai berproses mempersiapkannya.
"Untuk kapan selesainya tunggu saja karena ada prosesnya," tandas dia. (mg1/jpnn)
Polri mempersiapkan aturan turunan untuk mengakomodasi revisi UU MD3 yang memberi hak DPR memerintahkan penjemputan paksa
Redaktur & Reporter : Elfany Kurniawan
- Said Abdullah: Dahulu Saya Usulkan Revisi UU MD3 Soal Kewenangan Keuangan DPR
- Pengamat: Revisi UU MD3 Berpeluang Mengubah Formasi Pimpinan DPR
- Publik Dorong Revisi UU MD3 untuk Memperkuat Fungsi DPR
- Muncul Wacana Ubah UU MD3 untuk Pos Ketua DPR, Hasto PDIP Bereaksi Keras
- AKBP Jerry Raymond Dipecat, Peraturan Kapolri tentang Waskat Seharusnya Diterapkan
- Soal 25 Polisi Hambat Penyidikan, IPW: Bawahan Boleh Menolak Perintah Atasan, Asalkan