Revolusi Mental Harus Dimulai dari Jokowi

jpnn.com - JAKARTA - Peneliti politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Siti Zuhro mengatakan, revolusi mental yang diwacanakan calon presiden PDI Perjuangan, Joko Widodo (Jokowi) harus dimulai dari dirinya sendiri.
"Bagi saya, siapapun yang mengusung isu revolusi mental menjelang suksesi kepemimpinan nasional, harus dimulai dari dirinya sendiri. Karena isu itu ke luar dari mulut capres PDI-P Jokowi, maka harus dimulai dari dirinya," kata Siti Zuhro, dalam diskusi "Revolusi Mental Joko Widodo", di Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (15/5).
Untuk memulainya, kata Siti, Jokowi harus mencermati betul calon wakil presiden dan orang-orang yang nantinya akan mengisi jabatan di kabinet.
"Tolak ukurnya, cawapres dan para menterinya harus diterima akal sehat. Jangan sampai penunjukkan cawapresnya terindikasi dengan kebutuhan uang untuk memenangkan pilpres. Kalau uang yang dijadikan alasan untuk menunjuk seseorang jadi cawapresnya, maka mental pengusung 'revolusi mental' yang harus diperbaiki dahulu," tegasnya.
Demikian juga halnya, jika Jokowi dan partainya menjadikan uang sebagai hal utama untuk memenangkan pilpres dan menghimpun dana dengan cara saweran dari siapapun, menurut Siti, berarti Jokowi punya masalah dengan mentalnya sendiri. (fas/jpnn)
JAKARTA - Peneliti politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Siti Zuhro mengatakan, revolusi mental yang diwacanakan calon presiden
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi
- Gibran Minta Kepala Daerah Waspada Kelangkaan Barang Pokok Jelang Ramadan
- Eddy Soerparno Ingin Perbanyak Transportasi Publik Berbasis Listrik, Ini Tujuannya
- Pemkot Tangerang Salurkan Bantuan 5.472 Paket, Semoga Berkah & Menginspirasi Warga untuk Berbagi
- Polri Jamin Stabilitas Harga Pangan Selama Ramadan
- Terima Kunjungan PNI, Bamsoet Ajak Perkuat Persatuan dan Kesatuan Bangsa
- Mudik Lebaran 2025, Ada Diskon Tarif Tol 20 Persen Hingga Sistem One Way