RI-Suriname Jalin Kerjasama Pendidikan
Kamis, 30 Agustus 2012 – 06:25 WIB
JAKARTA--Indonesia dan Suriname mempererat kerja sama terutama di bidang pendidikan dan kebudayaan. Hal ini disebabkan karena kedua negara dinilai memiliki ikatan budaya yang sangat kuat, terlebih 20 persen penduduk Suriname merupakan keturunan Jawa.
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh menyampaikan, ada tiga bentuk kerja sama yang dapat dijalin dengan Suriname. Antara lain, melalui beasiswa Darmasiswa, pertukaran dosen melalui kerja sama antaruniversitas kedua negara, dan di bidang kebudayaan.
Baca Juga:
"Di samping kerja sama antarpemerintah kita juga perkuat kerja sama people to people. Filosofinya adalah mencari persamaan budaya dan bukan perbedaan," terangnya saat menerima Duta Besar Suriname Titi Amina Pardi di Kemdikbud, Jakarta, Rabu (29/8).
Titi menyebutkan, sejak tahun 1974 terdapat sebanyak 16 peserta penerima beasiswa kerjewarganegaraan Suriname dan delapan peserta program S2 (master) melalui Kemitraan Negara Berkembang (KNB Selatan-Selatan). Titi menyampaikan, banyak kerja sama yang dapat dijalin oleh kedua negara salah satunya di bidang diaspora, mengingat banyak kesamaan antara Indonesia dan Suriname terutama di bidang budaya. "Banyak hal yang dapat kita bagi," ujar wanita keturunan Semarang ini.
JAKARTA--Indonesia dan Suriname mempererat kerja sama terutama di bidang pendidikan dan kebudayaan. Hal ini disebabkan karena kedua negara
BERITA TERKAIT
- Character Building FK UNDIP Bangkitkan Semangat dan Karakter Generasi Emas
- Kemendikdasmen Percepat Penyaluran BOSP 2025 di 423.080 Sekolah, Sebegini Anggarannya
- Talent DNA Jadi Solusi Identifikasi Bakat Digital Anak
- Mendiktisaintek Sampaikan Program Prioritas 2025, Ada Pembangunan Sekolah Unggul
- Dirjen GTK Berharap Tidak Ada Kesalahpahaman soal Orprof Guru
- Inilah Urgensi Revisi UU Sisdiknas, Ada soal Ranking 60 dari 61 Negara