Riau Kian Gencar Promosikan Potensi Daerah
Selasa, 26 Juli 2011 – 18:25 WIB

Riau Kian Gencar Promosikan Potensi Daerah
"Kita masih ada kekurangan pasokan listrik di 150 pabrik pengolahan kelapa sawit dengan daya sekitar 2.000 MW. Kita juga butuh kereta api karena kita memiliki dua juta hektare (ha) lahan kelapa sawit yang menghasilkan 9 juta ton per tahun," terangnya..
Rusli mengakui bahwa potensi investasi dan bisnis begitu prospektif yang belum sepenuhnya tergarap dengan baik. Pemprov Riau sangat membutuhkan investasi asing dan akses pasar luar negeri dalam upaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan pertumbuhan ekonomi dan percepatan pembangunan daerah.
" Oleh karena itu, pertemuan dengan duta-duta besar yang mewakili negaranya masing-masing ini saya kira sangat penting sekali. Kita berharap mereka (Dubes) bisa melihat dan mengetahui berbagai peluang investasi yang ada di Riau," tukasnya.
Sementara itu, Dirjen Informasi dan Diplomasi Publik, Kementerian Luar Negeri Andri Hadi, mengatakan bahwa pihak Kemenlu selalu bersinergi dengan Pemda termasuk Riau bagaimana mempromosikan sumber dayanya ke pihak luar. "Saya rasa Kemenlu terus bekerjasama dengan Pemda agar investor mau berinvestasi untuk mengembangkan potensi-potensi yang ada termasuk kegiatan yang di adakan Pemprov Riau saat ini dengan menghadirkan Dubes dari beberapa negara di Indonesia," pungkas Andri. (yud/jpnn)
JAKARTA - Pemerintah daerah provinsi Riau terus gencar melakukan upaya-upaya untuk menarik sebanyak-banyaknya investor agar dapat menanamkan modalnya
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi
BERITA TERKAIT
- Umumkan Kinerja Keuangan, SIG Jaga Konsistensi Menuju Bisnis Bahan Bangunan Berkelanjutan
- Arus Balik Padat, One Way Lokal Tol Semarang ABC Diberlakukan
- Harga BBM Vivo Jenis Revvo 90 Kembali Turun, Jadi Sebegini Sekarang
- Harga Emas Antam Hari Ini 5 April 2025, Anjlok
- Harga Emas Antam, UBS, dan Galeti24 di Pegadaian Kompak Turun, Berikut Perinciannya
- Telkom Lewat IndiBiz Buka Posko Mudik BUMN 2025 di Pelabuhan Ketapang dan Bakauheni