Ribuan Anak TKI Putus Sekolah
Selasa, 20 Juli 2010 – 04:19 WIB
Saat ini, lanjut Fasli, pihaknya sedang mengumpulkan data lengkap mengenai pertambahan jumlah anak, persebaran, dan usia mereka. "Apakah masuk SD, SMP, atau sudah SMA," terangnya. Tujuannya untuk memberikan pelayanan pendidikan sesuai dengan kelas dan usia anaknya.
Baca Juga:
Mantan Dirjen Pendidikan Tinggi (Dikti) itu menambahkan, upaya lainnya yang sedang dicapai adalah dengan peningkatan fasilitas. Salah satunya dengan merencanakan pembangunan gedung SIKK permanen. Sebab, dua tahun terakhir SIKK masih menyewa gedung di kawasan Alamesra Plaza Utama Jalan Sulaman, Kota Kinabalu. "Itu kantor pusat saja. Tapi secara resmi para gurunya datang langsung ke kelompok perkebunan," jelasnya.
Dengan alokasi anggaran 2010 sebanyak Rp 8 miliar, Fasli berharap mampu mendirikan bangunan sekolah sesuai dengan Sekolah Standar Nasional (SSN). Dimana sekolah tersebut akan dijadikan sekolah induk untuk membuka Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) tingkat SD, SMP, hingga SMA.
Fasli berharap, upaya tersebut mampu menampung seluruh anak usia sekolah di Kinabalu. Bahkan dia sedang membahas tentang pemberian beasiswa terhadap anak-anak putus sekolah tersebut. "Akan kami seleksi apakah dia layak mendapat beasiswa atau bagaimana nanti secara teknis belum kami bahas," terangnya.
JAKARTA - Ribuan anak dari Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Malaysia terpaksa putus sekolah. Tahun ini sedikitya 37.294 anak-anak TKI tidak mendapatkan
BERITA TERKAIT
- Olahkarsa Berkolaborasi dengan Universitas Ciputra
- Global Darussalam Academy Siap Cetak Kader Terbaik Bangsa Menuju Indonesia Emas 2045
- PGN Dukung SMPN 34 Depok Menjadi Sekolah Energi Berdikari
- Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Bakrie & UiTM Kolaborasi Hidupkan Sopan Santun di Era Digital
- Mengenal Jurusan Keperawatan, Ini Prospek Karier dan Peluangnya di Masa Depan
- Bea Cukai Membekali Ilmu Kepabeanan Kepada Puluhan Pelajar SMK di Daerah Ini