Ribuan Domba Lapar Wakili Aspirasi Petani Protes Eksplorasi Gas
Selasa, 01 Maret 2016 – 16:05 WIB

Ribuan Domba Lapar Wakili Aspirasi Petani Protes Eksplorasi Gas
Sekelompok petani di Negara Bagian Victoria memilih cara unik untuk meyampaikan protes mereka atas rencana eksploitasi sumber cadangan gas tidak biasa di wilayahnya. Mereka mengerahkan lebih dari 2.000 domba untuk mengirim pesan kepada Pemerintah Negara Bagian Victoria.
Korrdinator Pemilik lahan di Byaduk, Mal Rowe, mengatakan kawanan domba yang mereka gunakan dalam aksinya ini diatur untuk membentuk kata "Ban Gas" atau "larang Gas'. "Kami pikir, dari pada kita yang membentangkan poster 'ban gas", kami berpikir mengapa tidak menggunakan domba-domba milik kami secara bersama-sama agar aksi kami lebih menarik dan aspirasi kami lebih terdengar," Menurut Rowe, butuh waktu dua minggu bagi mereka untuk melatih domba-domba dan beberapa anjing penggembala yang ambisius untuk melakukan formasi kalimat tersebut. "Kami awalnya mencoba untuk mengeja huruf 'Ban Gas' dengan menggunakan gandum dan membiarkan domba merumput disekitarnya, tapi domba-domba itu hanya mengerumuninya," katanya sambil tertawa. "Ribuan domba ini kami biarkan membentuk kata Ban Gas selama sekitar sepuluh menit, tapi bagian yang paling penting adalah tiga puluh detik pertama ketika mereka telah diatur dan membuat domba-domba itu asik merumput." "Jika dibiarkan lebih lama dari itu, mereka akan berkeliaran dan kata-kata akan menjadi berantakan jadi kami harus menyiapkan drone di atas sana untuk memfilmkan formasi dari domba-domba tersebut." Namun menurut Rowe yang terpenting adalah pesan yang mereka sampaikan kepada Pemerintah Victoria. "Pesan ini kami sampaikan kepada Pemerintah Victoria, karena dalam waktu dekat mereka akan mengambil keputusan apakah akan melanjutkan pelarangan eksplorasi gas di kawasan itu," "Otway Basin adalah kawasan yang sangat produktif, kawasan ini menempati urutan ketiga daerah paling produktif dalam hal produksi pertanian di Australia." "Tantangan bagi Pemerintah Victoria saat ini adalah untuk merangkul seluruh konsep energi terbarukan, dan bagaimana hal ini bisa diimplementasikan didalam pertanian," Pemerintah Victoria mengatakan setiap keputusan tentang masa depan eksplorasi gas konvensional di negara bagian akan didasarkan pada "bukti ilmiah yang kuat" dan keterlibatan masyarakat yang tepat.
Baca Juga:
Sekelompok petani di Negara Bagian Victoria memilih cara unik untuk meyampaikan protes mereka atas rencana eksploitasi sumber cadangan gas tidak
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi
BERITA TERKAIT
- Dunia Hari Ini: Vatikan Mengatakan Paus Fransiskus Masih dalam kondisi kritis
- Dunia Hari Ini: Ledakan Bus di Israel Diduga 'Serangan Teror'
- Pelajar di Luar Negeri Ikut Dukung Aksi 'Indonesia Gelap'
- Dunia Hari Ini: Presiden Prabowo Subianto Lantik 481 Kepala Daerah
- Dunia Hari Ini: Bus Terjun ke Jurang di Bolivia, 30 Orang Tewas
- Omon-Omon Pemangkasan Anggaran: Efisiensi yang Kontradiktif?