Ribuan Pekerja Terampil Tetap Tidak Bisa ke Australia Meski Sudah Memiliki Visa

Hansanul Bunna Khan tak bisa melupakan momen berharga ketika impian kehidupan baru di Australia tiba-tiba terbentang di hadapannya.
"Momentum emas itu adalah ketika saya menerima email itu," ujar ayah satu anak asal Bangladesh, dengan suaranya yang sedikit bergetar.
"Semua kemungkinan [terbentang luas]," kata Hansanul kepada ABC.
Setelah bertahun-tahun berupaya pindah ke Australia, Hansanul yang bekerja sebagai administrator proyek di Dhaka, akhirnya berhasil mendapatkan visa pekerja terampil regional.
Ini adalah salah satu jenis Visa Australia yang cukup populer bagi kalangan profesional yang ingin migrasi ke Australia.
Syaratnya terbilang cukup sederhana.
Jika Hansanul menghabiskan minimal dua tahun di bagian tertentu dari wilayah regional Australia, dia akan berhak mengajukan permohonan menjadi penduduk tetap.
Tetapi harapan dan impian keluarga ini, seperti banyak tenaga profesional lain di seluruh dunia, telah dihancurkan oleh pandemi COVID-19.
Sudah bertahun-tahun keluarga ini berusaha untuk bisa tinggal dan kerja di Australia
- Sulitnya Berbaik Sangka kepada Danantara
- Temu Mencoba Masuk Indonesia, Tapi Bukan Itu yang Dikhawatirkan UMKM
- Presiden AS dan PM Inggris Bertemu Untuk Akhiri Perang Ukraina
- Istri Mantan Atlet Australia Ingin Suaminya Ikut Diadili dalam Kasus Prostitusi
- Pemerintah dan Apple Sepakati Perjanjian, iPhone 16 Boleh Dijual di Indonesia
- Kabar Australia: Akhir Manis untuk Persahabatan Seekor Burung dan Anjing