Ribuan Pekerja Terampil Tetap Tidak Bisa ke Australia Meski Sudah Memiliki Visa

"Kami mengalami banyak kecemasan," ujar Yarik.
"Saya harus setiap saat mencari berita Australia sepanjang tahun ini, mengikuti sumber-sumber berita atau petunjuk apa pun dari pemerintah tentang kapan perbatasan akan dibuka," jelasnya.
Hal yang membuat penantian mereka ini terasa begitu menyiksa yaitu kurangnya informasi dari Pemerintah Australia.
Visa yang dipegang Yarik hanya berlaku empat tahun, dengan syarat harus menghabiskan dua tahun di wilayah regional, yaitu di Australia Selatan.
"Masalahnya, visa yang kami miliki terikat batas waktu. Jika kami kita tidak menyelesaikannya sebelum Oktober tahun ini, waktunya akan habis," ujarnya.
Yarik memahami, mustahil bagi bagi siapa pun di Australia untuk mengkomunikasikan kepastian pembukaan perbatasan.
Namun, dia mendesak pemerintah memberikan jaminan perpanjangan visa, atau mengizinkannya untuk langsung memohon menjadi penduduk tetap.
Yarik mengaku telah menghubungi pihak Departemen Dalam Negeri namun tidak mendapatkan jawaban mengenai kepastian kapan keluarga ini bisa masuk kembali ke Australia.
Sudah bertahun-tahun keluarga ini berusaha untuk bisa tinggal dan kerja di Australia
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana
- Kabar Australia: Pihak Oposisi Ingin Mengurangi Jumlah Migrasi