Ribuan Pekerja Terampil Tetap Tidak Bisa ke Australia Meski Sudah Memiliki Visa

Langsung ajukan PR
Dalam sebuah pernyataan, Departemen Dalam Negeri mengatakan telah membuat konsesi untuk sejumlah pemegang visa pekerja terampil, yang memungkinkan mereka langsung mengajukan permohonan menjadi penduduk tetap (PR) dari luar negeri dan memotong masa tingal dan bekerja di wilayah regional Australia.
Namun menurut Yarik, konsesi itu hanya ditawarkan kepada pemegang visa yang telah masuk pertama kali ke Australia.
Selain itu, dia mengaku telah menghabiskan sekitar A$14.000 (sekitar Rp140 juta) untuk visa, tes wajib dan biaya agen migrasi untuk membuka jalan ke Australia.
Sementara Hansanul Khan menyebutkan dia telah menghabiskan hampir A$25.000 (sekitar Rp250 juta) untuk visa, tiket pesawat, biaya administrasi, dan biaya agen imigrasi.
Satu-satunya cara dia bisa mengumpulkan uang adalah dengan menjual beberapa perhiasan istrinya.
"Saya masih ingat saat pergi ke toko menjual perhiasan. Saya berjanji kepada istri, akan mengembalikan perhiasannya," katanya.
"Dia tidak pernah memintanya kembali, tapi saya sudah berjanji," ujar Hansanul.
Namun keinginan utama kedua keluarga ini hanyalah adanya informasi dan kejelasan.
Sudah bertahun-tahun keluarga ini berusaha untuk bisa tinggal dan kerja di Australia
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana
- Kabar Australia: Pihak Oposisi Ingin Mengurangi Jumlah Migrasi