Ribuan Tahanan Asal Surabaya di Medaeng tak Bisa Mencoblos

jpnn.com - SIDOARJO - Lebih 70 persen tahanan dan narapidana penghuni Rutan Kelas I Surabaya di Medaeng Waru Sidoarjo, tidak bisa menggunakan hak suaranya. Penyebabnya lokasi Rutan yang berada di Sidoarjo, membuat KPU Surabaya tidak menfasilitasi tempat pemungutan suara.
Dari total 1.888 narapidana warga binaan Rutan Medaeng, hanya 118 Napi yang mendapatkan hak suara-nya mencoblos hari ini. Jumlah tersebut, rupanya hanya berlaku bagi narapidana yang tercatat sebagai warga Sidoarjo yang sudah memiliki daftar pemilih tetap.
Berbeda bagi narapidana warga Surabaya yang menghuni rutan Medaeng. Pada Pilkada kali ini, mereka tak bisa menggunakan hak suaranya.
Ada sekitar 60 sampai 70 persen dari total 1.888 seluruh Napi di rutan Medaeng tidak bisa mencoblos.
Menurut, Aris Sakuriadi, Kasi Pelayanan Tahanan Rutan Kelas Satu Surabaya di Medaeng, alasannya yaitu Rutan berada di Sidoarjo, yang menyebabkan KPU Surabaya tidak bisa berbuat banyak mengakomodasi fasilitas TPS.
"Meski tak semeriah pelaksanaan Pilpres tahun lalu dan hanya sebanyak 118 napi yang berhak mencoblos, untuk pelaksanaan pesta demokasi di dalam rutan kelas satu Surabaya berlangsung aman dan lancar," kata Aris. (pul)
SIDOARJO - Lebih 70 persen tahanan dan narapidana penghuni Rutan Kelas I Surabaya di Medaeng Waru Sidoarjo, tidak bisa menggunakan hak suaranya.
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi
- Ahmadi Nur Supit Isyaratkan Regenerasi di SOKSI
- Banyak Gugatan Hasil Pilkada 2024, Legislator PDIP Kritik Kerja KPU
- Dana Otsus Kena Pemotongan, Senator Filep Wamafma Sampaikan 4 Poin Pandangannya
- Ketua KPU Ungkap Kebutuhan Anggaran RP 486 Miliar Buat PSU Pilkada
- Rahmat Saleh Ingatkan Pemerintah Soal Anggaran Pengamanan PSU
- Deddy Sitorus PDIP Mengajak Mengundurkan Diri secara Massal, Waduh