Ribuan Temuan PPATK Belum Semua Dijerat Pidana
Jumat, 02 Desember 2011 – 22:02 WIB

Ribuan Temuan PPATK Belum Semua Dijerat Pidana
JAKARTA - Ketua Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), Muhammad Yusuf, menyatakan bahwa transaksi dan rekening tak wajar temuan PPATK harus ditindaklanjuti secara serius oleh penegak hukum. Menurutnya, PPATK sudah melaporkan ribuan ribuan transaksi mencurigakan. Selain itu ada pula rekening milik Pengawai Negeri Sipil (PNS) yang isinya mengundang kecurigaan karena jelas tak sebanding dengan gaji seorang abdi negara. "Itu termasuk transaksi mencurigakan karena tidak sesuai profil dia," bebernya.
Yusuf yang ditemui usai melaporkan harta kekayaan ke KPK, Jumat (2/12) sore, mengungkapkan, PPATK sejak berdiri pada 2003 sudah menerima 79 ribu laporan tentanmg transaksi mencurigakan. "Dari 79 ribu itu kita analisis lagi, ketemu angka 1800. Itu yang kita kirim ke penegak hukum," ucapnya
Pengganti Yunus Husein itu membeberkan, kejanggalan di antaranya karena rekening yang saldonya tak sesuai dengan profil pemiliknya. Yusuf mencontohkan rekening milik Rinaldi Kurnia, cucu dari Marwan Adli yang tak lain Kalapas Nusakambangan, Cilacap. "Seperti Kepala Lapas Cilacap itu, yang minta rekening atas nama cucunya," ucapnya.
Baca Juga:
JAKARTA - Ketua Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), Muhammad Yusuf, menyatakan bahwa transaksi dan rekening tak wajar
BERITA TERKAIT
- Komitmen Prabowo Berantas Korupsi Diapresiasi
- Asap Hitam Membubung Tinggi dari Kebakaran Kilang Cilacap, Pertamina Beberkan Awal Mula Percikan Api
- Suara 4 Distrik di Pilkada Puncak Jaya Tak Direkapitulasi Ulang, LP3KP: Berpotensi Cederai Demokrasi
- Herman Deru-Cik Ujang Kompak Ikuti Parade Senja yang Dihadiri Prabowo, Jokowi dan SBY
- Terima Wamen Perdagangan Singapura, Waka MPR Bahas Kerja Sama CCS Lintas Negara
- Bertemu Wiranto, Bamsoet Tegaskan Pentingnya Persatuan dan Kesatuan Bangsa