Ribuan Warga Blokade Tol Brexit, Lumpuh Total!

Bupati Brebes Idza Priyanti mengatakan, persoalan utama yang dihadapi warga Krasak adalah masalah saluran di bawah jalan tol. Sebagai langkah jangka pendek, pihaknya telah meminta dilakukan normalisasi saluran dengan alat berat.
Sedangkan untuk solusi jangka panjang, sebagaimana tuntutan warga untuk memperbesar saluran atau dibuatkan jembatan, pihaknya akan upayakan dengan berkonsultansi dan koordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum. Sebab, jalan tol menjadi kewenangan pusat.
“Kita akan berkordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum. Karena itu, kita ajak perwakilan warga untuk diskusi di Pendapa,” terangnya.
Sementara itu, Manajer Fisik PT Pejagan Pemalang Toll Road Mulya Setiawan menjelaskan, akan segera menyampaikan tuntutan warga ke pusat. Menurut dia, untuk mengatasi persoalan yang dihadapi warga ada banyak solusi yang bisa dilaksanakan. Di antaranya membangun jembatan atau pelebaran gorong-gorong. Namun sesuai peraturan, jika membangun jembatan tol tidak boleh ada tiang pancang di tengah.
“Saat awal pembangunan ini kita sudah memperhatikan sejumlah aspek, termasuk perhitungan lebar sungai. Saya kira banjir yang terjadi tidak hanya akibat gorong-gorong, melainkan tidak adanya normalisasi sungai juga bisa,” katanya. (ded/fat)
Ribuan warga memblokade ruas tol Brexit, lantaran selalu menjadi korban banjir akibat saluran sungai yang berada di bawah jalan tol menjadi sempit.
Redaktur & Reporter : Soetomo
- Air Sungai Meluap, 7 Desa di Aceh Selatan Terendam Banjir
- Kapolda Riau Pastikan Antisipasi Bencana di Jalur Riau-Sumbar
- Mega Insurance & Lifepal Bayar Klaim Kendaraan Korban Banjir Bekasi dengan Proses Cepat
- Ada Genangan Air di Batang, Kereta Api Gumarang Terhenti di Semarang Hampir 2 Jam
- Banjir Melanda Berau Kaltim, 2 Lansia Meninggal Dunia
- Pemkab Sumedang Salurkan Bantuan Penanganan Banjir Cimanggung Lewat Aplikasi Si Tabah