Richard Branson: Vaksinasi Harus Jadi Prioritas Australia Saat Ini

Pengusaha terkenal asal Inggris, Sir Richard Branson yang mendirikan perusahaan Virgin dan juga memiliki sejumlah anak perusahaan di Australia, mengatakan Australia akan tertinggal dari negara lain bila tidak lebih banyak lagi warganya mendapat vaksinasi.
Kepada jaringan televisi Australia Channel Nine, Sir Richard mengatakan prioritas Pemerintah Australia saat ini haruslah memastikan sebanyak mungkin warga mendapatkan vaksinasi.
"Sebagai negara kecil seharusnya saya kira sebagian besar penduduk sudah divaksinasi," katanya.
"Bila tidak, ini harus menjadi prioritas nomor satu bagi pemerintah, tidak ada hal lain yang lebih penting."
"Karena semua bisnis di Australia akan terhalang. Semua orang di Australia akan tertahan langkahnya."
Dia mengatakan Australia berpotensi mengalami pertumbuhan ekonomi dibandingkan negara-negara lain seperti Amerika Serikat dan Inggris, di mana sebagian besar warganya sudah divaksinasi dan mulai membuka diri dengan mengizinkan perjalanan internasional.
"Bila Pemerintah bisa mempercepat proses vaksinasi sehingga semua orang divaksinasi maka tidak ada alasan untuk tidak membuka lagi perbatasan internasional," katanya.
Komentar Sir Richard muncul setelah sebelumnya CEO Virgin Australia Jane Hrdlicka mengatakan perbatasan internasional akan dibuka juga pada akhirnya meski berarti kesehatan warga akan beresiko atau beberapa orang akan meninggal karena perbatasan yang dibuka.
Pengusaha terkenal Inggris Sir Richard Branson mengatakan Australia akan tertinggal dari negara lain jika tidak banyak warganya yang mendapat vaksinasi
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana
- Kabar Australia: Pihak Oposisi Ingin Mengurangi Jumlah Migrasi
- Dunia Hari Ini: Unjuk Rasa di Turki Berlanjut, Jurnalis BBC Dideportasi
- Dunia Hari Ini: Kebakaran Hutan di Korea Selatan, 24 Nyawa Melayang