Ritual Sakral Ajun Arah Ditampilkan di Festival Lek Nagroi, Bentuk Pelestarian Tradisi

“Lewat festival seperti ini, mereka bisa terlibat langsung dan belajar menghargai serta melestarikan budaya. Selain itu, festival ini juga menjadi sarana untuk menjaga keberagaman budaya Indonesia,” ujar Siswanto.
Sementara itu, Ketua Lembaga Adat Wilayah Depati Payung Pondok Tinggi Hendri Jaya menjelaskan alur prosesi Ajun Arah di Festival Lek Nagroi Baton Tarnda-Ngidut Pitlah nga Lamoa.
Hendri menjelaskan bahwa prosesi ini melibatkan tiga hierarki pemimpin adat, dan diawali dengan permohonan restu dari para pemangku adat.
Hendri menjelaskan prosesi Ajun Arah dilakukan sebelum menggelar perhelatan akbar atau kecil (kenduri maupun pesta rakyat).
Anok Batinao (rakyat) harus meminta restu dari pemimpin adat yang berhierarki tiga.
Setelah gong restu dibunyikan, masyarakat menyambutnya dengan tingkah-bertingkahnya gong, gendang, dan rabana.
“Ajun Arah bukan hanya sekadar upacara seremonial, tetapi memiliki nilai spiritual yang tinggi. Kami percaya bahwa tanpa restu dari pemimpin adat, sebuah helat besar tidak akan berjalan dengan baik,” terangnya.
Dia juga menyampaikan Ajun Arah adalah bagian integral dari tradisi masyarakat.
Ajun Arah, prosesi sakral sebelum kegiatan adat yang kini jadi menjadi tradisi ditampilkan di Festival Lek Nagroi Baton Tarnda-Ngidut Pitlah nga Lamoa
- Bahlil, Kawulo, Santri, dan Cita-Cita Republik
- Legislator Minta Kemenbud Beri Solusi terkait Pemecatan Pegawai Penggiat Budaya
- Berdialog dengan Fadli Zon, Putu Rudana: Seni Budaya Harus Jadi Mercusuar Bernegara
- Wakil Ketua MPR Sebut Dukungan Semua Pihak Bantu Kearifan Lokal Tumbuh Berkelanjutan
- Meiline Tenardi: Cap Go Meh 2025 Menghidupkan Nilai Budaya & Harmoni Keberagaman
- KIKT Dukung Pelestarian Warisan Budaya