Rizieq Shihab, Sering Dimaki Tetapi Juga Menarik Banyak Simpati

"Artinya menunjukkan betapa gelombang Islamisasi ini tidak berbanding lurus dengan krisis di level otoritas sehingga gap [celah kosong] ini kemudian diisi oleh banyak hal, termasuk juga salah satunya adalah Habib Rizieq."

Ketidakpuasan dan rasa tidak percaya yang tidak tersalurkan
Sementara itu, kepulangannya yang disambut oleh ribuan orang dinilai Dr Luqman sebagai bukti jika manuver dan pengaruh Rizieq semakin besar.
Menurutnya ada ketidakpuasan secara umum, terutama di kalangan warga yang rata-rata kelas ekonomi bawah terhadap kebijakan pemerintahan yang ada."
"Mereka punya distrust [tidak percaya] terhadap rezim dan kebijakan-kebijakan yang ada, sementara pada saat yang sama, tidak ada jalan lain yang siap untuk menyalurkan suara-suara ini, terutama lewat partai politik."
Dalam konteks demokrasi sebenarnya ketidakpuasan bisa disampaikan melalui partai politik, tapi saat ini Dr Luqman menilai tidak ada partai politik yang bisa mewakili kegelisahan kelompok-kelompok ini.
"Mereka menganggap bahwa Rizieq bukan hanya soal imam besar Islam," jelasnya.
"Kenapa massanya cukup besar, menurut saya ini kombinasi dari basis tradisional FPI ditambah dengan limpahan yang besar dari kelompok-kelompok yang tak puas dengan kondisi saat ini, tapi tidak punya cara lain untuk mengartikulasikan lewat partai atau politisi, kecuali lewat Rizieq dan FPI."
Kepulangan Muhammad Rizieq Shihab, pemimpin Front Pembela Islam (FPI) ke Indonesia telah mendapat sorotan, termasuk dari media di luar negeri
- Dunia Hari Ini: Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol Diturunkan dari Jabatannya
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana