Rob Rama Rambini, Pria Indonesia Pertama yang Berlayar Seorang Diri dari California ke Bali
Baru Meniti 185 kilo meter, Layar Robek, Nekat Berlayar
Jumat, 27 Mei 2011 – 08:08 WIB

Rob Rama Rambini, Pria Indonesia Pertama yang Berlayar Seorang Diri dari California ke Bali
Pada 13 Mei 2010, ketika beranjak 100 nautical mile atau sekitar 185,2 km (1 nautical mile = 1,852 kilometer) dari lepas pantai San Francisco, Rama sudah harus menyabung nyawa. Badai dan ombak setinggi 12 meter menghajar kapalnya. Layar utama robek, railing layar rusak, dan pintu kapal copot.
Saat itu ada dua opsi. Pertama, kembali ke Oakland untuk memperbaiki kapal dan layar. Kedua, melanjutkan perjalanan dengan layar seadanya ke Hawaii yang masih berjarak 2.000 nautical mile. "Saya membuka kotak makanan. Kira-kira masih cukup untuk tiga bulan. Akhirnya, saya putuskan untuk terus jalan," katanya.
Butuh waktu 2 bulan 7 hari untuk sampai ke Hawaii. Di sana Rama membeli tiga layar bekas dan mendapat bonus satu layar, serta peralatan untuk memperbaiki layar, makanan, dan air bersih. Pada 3 Agustus, Kona meninggalkan Waikiki Beach, Honolulu, Hawai. Tujuan selanjutnya adalah Kepulauan Solomon, di Samudera Pasifik. Sampai di Solomon, dia membeli bekal makanan dan minuman, kemudian melanjutkan perjalanan melintasi Coral Sea, perairan antara Australia dan Papua Nugini.
Pada 25 Oktober 2010, Rama tiba di Port Moresby, Papua Nugini. Di sana paspor Rama sempat ditahan oleh petugas imigrasi. Pasalnya, gambar di paspor sudah luntur terkena air laut. Pihak imigrasi akhirnya menghubungi Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI). Namun, petugas KBRI juga menyangsikan bahwa Rama adalah warga Indonesia. Maklum, sudah puluhan tahun dia hidup di AS, sehingga bahasa Indonesianya pun tidak lagi lancar.
Rob Rama Rambini telah dikukuhkan sebagai orang Indonesia pertama yang berani berlayar seorang diri dari Pantai Oakland, California, Amerika Serikat,
BERITA TERKAIT
- Musala Al-Kautsar di Tepi Musi, Destinasi Wisata Religi Warisan Keturunan Wali
- Saat Hati Bhayangkara Sentuh Kalbu Yatim Piatu di Indragiri Hulu
- Kontroversi Rencana Penamaan Jalan Pramoedya Ananta Toer, Apresiasi Terhalang Stigma Kiri
- Kisah Jenderal Gondrong ke Iran demi Berantas Narkoba, Dijaga Ketat di Depan Kamar Hotel
- Petani Muda Al Fansuri Menuangkan Keresahan Melalui Buku Berjudul Agrikultur Progresif
- Setahun Badan Karantina Indonesia, Bayi yang Bertekad Meraksasa demi Menjaga Pertahanan Negara