Rohaniawan Ungkap Tak Ada yang Berteriak Saat Dieksekusi

Pendeta Charlie Burrows yang menjadi rohaniawan bagi terpidana mati asal Brasil Rodrigo Gularte mengungkapkan, kesemua terpidana menghadapi regu tembak di Nusa Kambangan tanpa penutup mata dan "tidak ada yang berteriak".
Pendeta Charlie Burrows mengaku sempat berbicara dengan duo Bali Nine mengenai rehabilitasi yang telah mereka jalani selama 10 tahun mendekam di balik jeruji LP Kerobokan, Denpasar.
"Saya sempat berjabat tangan dengan keduanya, dan menyampaikan ucapan selamat atas perubahan dalam hidup mereka," katanya kepada ABC.
"Sebaliknya mereka juga menyampaikan selamat atas apa yang saya kerjakan ini. Itulah kata-kata terakhir mereka," ucap Pendeta Burrows.
"Saya sampaikan kami selalu mendoakan keduanya dan keluarga mereka," tambahnya.
Ke-8 terpidana mati kabarnya diikat ke tiang sebelum dieksekusi. Menurut Burrows, hal itu dimaksudkan agar para terpidana tidak bergerak guna memastikan ketepatan sasaran regu penembak.
"Kesemuanya sangat tegar, bahkan melantunkan lagu doa dan menolak ditutup matanya," katanya.
"Menampakkan ketegaran di saat terakhir ini bertujuan untuk mengurangi penderitaan bagi keluarga yang ditinggalkan," jelas Pendeta Burrows.
Pendeta Charlie Burrows yang menjadi rohaniawan bagi terpidana mati asal Brasil Rodrigo Gularte mengungkapkan, kesemua terpidana menghadapi regu
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana
- Kabar Australia: Pihak Oposisi Ingin Mengurangi Jumlah Migrasi