Rokok Kretek Asing Berbanderol Murah Bisa Ancam Industri Domestik
Senin, 11 Maret 2019 – 12:57 WIB

Ilustrasi rokok. Foto: Beky Subechi/Jawa Pos/JPNN
Karena itu, Daeng mewanti-wanti ketahanan subsektor tembakau harus diperjuangkan. Pasalnya, pendapatan negara dari cukai mencapai Rp 150 triliun. (jos/jpnn)
Peneliti dari Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI) Salamuddin Daeng mengingatkan seluruh stakeholder pertembakauan nasional untuk mewaspadai penetrasi rokok asing.
Redaktur & Reporter : Ragil
BERITA TERKAIT
- Irma Suryani Usul Dana Makan Bergizi Gratis Diambil dari Cukai Rokok
- Kenaikan Harga Jual Eceran Dinilai Makin Suburkan Rokok Ilegal
- Penundaan Kenaikan Cukai Rokok Dinilai Mengancam Kesehatan Masyarakat
- Rokok Ilegal Merajalela, Negara Rugi Rp 5,76 Triliun Akibat Kenaikan Tarif Cukai
- Kebijakan Kemenkes Kemasan Rokok Polos Tanpa Merek Dipertanyakan, RPMK Dikritik
- Peneliti & Pakar Sepakat Cukai Rokok Perlu Dinaikkan Demi Tekan Jumlah Perokok