Rotterdam Milik Feyenoord, Bukan Saudara Tuanya

Jalannya pertandingan berlangsung dengan tempo lambat.
Kedua tim tak tampil impresif dan bola banyak bergulir di lapangan tengah.
Peluang yang tercipta pun terbilang minim baik untuk Sparta maupun Feyenoord.
Feyenoord hanya mampu menciptakan tiga kali tembakan mengarah ke gawang dari 13 kali percobaan.
Catatan lebih buruk berlaku untuk Sparta, mereka bahkan tak mampu melepaskan satupun tendangan tepat sasaran dari sepuluh kali percobaan.
Gol pembuka tercipta pada menit ke-11 melalui sundulan Geertruida usai menerima umpan Macos Senesi di depan mulut gawang.
Gol ini sempat menjadi perdebatan, setelah hakim garis mengangkat bendera, karena menganggap Geertruida telah terjebak Offside.
Wasit utama Dennis Higler kemudian memastikannya melalui VAR, setelah hampir dua menit berkonsultasi akhirnya ia mengesahkan gol tersebut.
Feyenoord membuktikan Kota Rotterdam merupakan milik mereka, bukan saudara tuanya Sparta.
- 16 Besar Liga Champions: 3 Mantan Juara Babak Belur
- Resmi, Robin Van Persie jadi Pelatih Feyenoord Rotterdam
- PEC Zwolle vs PSV: Laga Bersejarah Nan Spesial Eliano Reijnders
- Di Bawah Komando Pelatih Baru, Thom Haye Kembali Bersinar Bersama Almere City
- Alasan Eliano Reijnders Mantap Perpanjang Kontrak dengan PEC Zwolle
- Liga Champions: Puasa Manchester City Berlanjut