Rp 2,5 M Cair untuk Klub Liga 1 Serius Bina Pemain Muda
Dia menambahkan, soal pembinaan pemain muda, tidak melulu soal akademi yang dimiliki klub.
Artinya, tim-tim tradisional seperti Persija Jakarta, Persib Bandung, atau Persebaya Surabaya yang punya kompetisi internal juga masuk kategori itu. ’’Jadi, kompetisi internal itu diendorse oleh klubnya lewat dana bantuan dari kami,’’ lanjutnya.
Bagi klub-klub tradisional seperti Persebaya, Persib, dan Persija memang tidak kesulitan. Sebab, sejak dulu mereka telah memiliki kompetisi internal dan turnamen usia dini di setiap level.
Lalu, beberapa klub non-Perserikatan juga memiliki akademi, seperti Arema FC dan Bali United.
Meski begitu, tidak semua klub Liga 1 punya itu. Salah satunya adalah Perseru Serui. Rencananya, mereka akan membuat akademi agar dana tersebut bisa segera cair.
Manajer Perseru Kilion Imbiri mengatakan, akan terus berkoordinasi terkait hal tersebut. ’’Ini demi sepak bola bangsa, kami akan lakukan itu dengan baik,’’ lanjutnya.
Namun, Kilion mengakui bahwa mereka sedikit kecewa dengan berkurangnya dana bantuan khusus untuk klub.
Dia mengatakan, Perseru sebagai tim yang lokasinya jauh dari mana pun butuh biaya yang tinggi.
PSSI memberikan kewajiban bagi klub Liga 1 untuk memiliki program pembinaan usia dini yang berjenjang.
- Pengakuan Blak-blakan Pelatih Madura United Seusai Laga Melawan Persebaya
- Arema Lakoni 2 Partai Kandang di Bali, Bukan Hanya Melawan Persebaya
- 10 Pemain Persebaya Raih Kemenangan Penting dari Madura United
- Persija Menang, Persib Butuh 8 Poin, Cek Klasemen Liga 1
- Erick Thohir akan Mempercepat Perekrutan Direktur Teknik PSSI
- Pramono Tegaskan Bakal Beri Diskon Pajak Tontonan 60 Persen untuk Persija