Rudi Rubiandini Bungkam Soal Pencucian Uang

jpnn.com - JAKARTA - Tim Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memeriksa mantan Kepala Satuan Kerja Khusus (SKK) Minyak dan Gas Bumi, Rudi Rubiandi. Ia diperiksa sebagai saksi untuk pelatih golfnya, Deviardi alias Ardi.
"Yang bersangkutan diperiksa sebagai saksi untuk D (Deviardi)," kata Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi KPK Priharsa Nugraha ketika dikonfirmasi, Senin (18/11).
Rudi tiba di KPK sekitar pukul 10.40 WIB. Ia tampak mengenakan kemeja bermotif garis-garis dan rompi tahanan. Saat itu, wartawan mencecarnya soal pasal tindak pidana pencucian uang yang menjeratnya. Namun, Rudi tidak memberikan komentar apapun mengenai itu.
KPK telah menetapkan Rudi dan Ardi sebagai tersangka kasus dugaan suap pengurusan kegiatan di SKK Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi. Mereka diduga menerima suap dari Komisaris PT Kernel Oil Pte Ltd Simon Gunawan Tanjaya. Saat ini Simon sudah menjalani persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta.
Selain itu, Rudi dan Ardi juga dijerat dengan pasal pencucian uang sejak tanggal 12 November 2013 lalu. Keduanya diduga melanggar Pasal 3 Undang-undang Nomor 8 tahun 2010 tentang TPPU jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. (gil/jpnn)
JAKARTA - Tim Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memeriksa mantan Kepala Satuan Kerja Khusus (SKK) Minyak dan Gas Bumi, Rudi Rubiandi.
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi
- Hasil Audit Dokumen Peserta PPPK 2024 Sudah Diserahkan, Ada Honorer Cemas
- RS Siloam ASRI Hadirkan Urinary Stone Center, Solusi Mengatasi Batu Saluran Kemih
- Program Diskon 50 Persen Tarif Listrik Masih Berlangsung Hingga Akhir Februari
- BKSDA Telusuri Informasi Kemunculan Harimau di Kerinci
- Saksi Ahli Paparkan Prinsip Kewajaran dalam Gugatan Merek di Sidang Sengketa Minyak Gosok
- Satgas Damai Cartenz Buru Komandan KKB yang Kabur dari Lapas Wamena