Rugi EUR 1 Miliar, Konglomerat Jerman Bunuh Diri
Kamis, 08 Januari 2009 – 06:00 WIB

Foto : REUTERS
BLAUBEUREN – Taipan Jerman, Adolf Merckle, menjadi figur konglomerat terbaru yang bunuh diri akibat krisis finansial global. Pengusaha obat-obatan, real estate dan industri semen itu dilaporkan kehilangan aset senilai lebih dari EUR 1 miliar (sekitar Rp 15 triliun) dari bursa saham. Bulan lalu, kerajaan bisnis Merckle diambang kolaps. Namun keluarga Merckle berusaha meyakinkan bank-bank Jerman untuk mencairkan pinjaman sebesar EUR 400 juta sekitar Rp 6 triliun). Antara lain dari Royal Bank of Scotland. Turut dibantu oleh bank Commerzbank, Landesbank dan RBS. Tepat satu hari sebelum kematiannya sebenarnya bank mengabulkan permintaan Merkle. Namun dia keburu frustasi dan putus asa hingga nyawanya berakhir di rel kereta api.
Merasa stress berat, Mercklememasrahkan diri ditabrak kereta tak jauh dari rumahnya di Blaubeuren, baratdaya Jerman pada Senin malam waktu setempat (05/01). ’’Situasi krisis ini membuat dia putus asa. Gairah entrepeneurnya anjlok dan dia mencabut nyawanya sendiri,’’ bunyi pernyataan keluarga seperti dirilis Reuters kemarin (07/01).
Merkle adalah orang terkaya dunia ke 94 versi majalah Forbes tahun 2008. Di Jerman, dia bertengger di posisi lima besar orang terkaya nasional. Dia pemilik beberapa perusahaan ternama nasional. Diantaranya, bisnis farmasi; Ratiopharm, HeidelbergCement dan disributor obat-obatan terbesar Eropa, Phoenix. Setidaknya 100 ribu karyawan bekerja diperusahaannya. Total aset pria 74 tahun itu diperkirakan senilai EUR 30 miliar (sekitar Rp 447 triliun).
Baca Juga:
BLAUBEUREN – Taipan Jerman, Adolf Merckle, menjadi figur konglomerat terbaru yang bunuh diri akibat krisis finansial global. Pengusaha obat-obatan,
BERITA TERKAIT
- Gempa M 7,2 Melanda Lepas Pantai Papua Nugini
- Gempa Myanmar, Korban Meninggal Dunia Mencapai 3.301 Orang
- Tornado Menyapu Amerika, 55 Juta Jiwa Terancam
- Trump Berulah, Macron Desak Perusahaan Prancis Setop Berinvestasi di Amerika
- Kanselir Jerman Sebut Donald Trump Merusak Tatanan Niaga Global
- Lebih dari 3.000 Orang Tewas Akibat Gempa Myanmar