Rukan di Samarindah Rubuh, 7 Tewas, 5 Terjebak

Sementara dua korban lain baru bisa diangkat ketika senja menjelang atau 32 jam setelah tertimbun. Tubuh mereka sudah menghitam.
Sugiyanto diangkat duluan. Dia mengalami cedera parah di dada karena tertimpa tiang. Diduga bahu hingga dadanya remuk. Sementara Toyo diperkirakan sempat hidup sesaat selepas musibah. Dia hanya mengalami cedera ringan dan diduga tewas karena kesulitan bernapas.
Tim penyelamat pun menghadapi aral gendala yang begitu sukar karena rangka besi membuat beton mesti dipotong. Setelah itu, baru bisa dipindahkan. Kedua korban di lantai paling bawah menambah panjang pencarian.
Sofyan, tim penyelamat dari PT Multi Harapan Utama (MHU) Coal mengatakan, tim bisa saja menggali menggunakan ekskavator. "Tapi demi kemanusiaan, kami memilih metode manual," terangnya.
Rukan 17 petak berukuran 103 meter x 15 meter dengan tiga lantai ini ambruk pada Selasa (3/6) pukul 06.25 Wita. Dari 84 pekerja, 14 orang tertimpa material. Tujuh dinyatakan tewas, dua luka-luka, dan lima masih terjebak di bawah reruntuhan. (*/fch/*/dra/*/akb/fel/che/k8)
PENCARIAN pekerja pembangunan rumah kantor (rukan) di Kompleks Cenderawasih Permai Kelurahan Temindung Permai, Kecamatan Sungai Pinang, Samarinda
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi
- 2 Lansia yang Tenggelam di Perairan Sungai Musi Ditemukan Sudah Meninggal Dunia
- Tabung Gas Meledak di Cilincing, 3 Warga Terluka
- Gunung Marapi Erupsi Lagi, Semburkan Abu Vulkanik Setinggi 1.000 Meter
- Suami Istri Ditemukan Tewas di Saluran Irigasi, Polisi Beberkan Fakta
- Gagasan Kapolda Riau untuk Lingkungan Diapresiasi
- Kalah Sengketa Lahan SMAN 1 Bandung, Pemprov Jabar Bakal Ajukan Banding