Rupiah Hari Ini Menguat Efek Sentimen Negatif kepada USD

jpnn.com, JAKARTA - Nilai tukar rupiah menguat menjadi Rp 16.329 per USD pada pembukaan perdagangan hari Senin pagi di Jakarta.
Angka itu menguat sebesar 21 poin atau 0,14 persen dari sebelumnya Rp 16.350 per USD.
Pengamat pasar uang yang juga Presiden Direktur PT Doo Financial Futures, Ariston Tjendra memperkirakan nilai tukar (kurs) rupiah menguat seiring USD masih dibayangi sentimen negatif.
"USD kemungkinan masih dibayangi sentimen negatif karena pasar berekspektasi bahwa kebijakan kenaikan tarif Trump bisa mendorong ekonomi AS mengalami resesi,” ujarnya di Jakarta, Senin.
Survei tingkat keyakinan konsumen terbaru pada Jumat (14/3) mencatat keyakinan menurun di kalangan konsumen AS terhadap kondisi perekonomian AS ke depan.
Data Michigan Consumer Sentiment AS yang dirilis mencatat angka kepercayaan konsumen sebesar 57,9 atau lebih rendah dari bulan sebelumnya yaitu 64,7.
Data inflasi konsumen AS yang dirilis pekan lalu juga menunjukkan kenaikan yang lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya, yakni 2,8 persen dari 3 persen. Inflasi yang lebih rendah ini dinilai membuka peluang pemangkasan suku bunga acuan lanjutan oleh Bank Sentral AS.
“Oleh karena itu, ada peluang penguatan rupiah hari ini terhadap USD ke arah area support di Rp 16.200, dengan potensi resisten di kisaran Rp 16.400,” ucap Aris.(antara/jpnn)
Nilai tukar rupiah menguat menjadi Rp 16.329 per USD pada pembukaan perdagangan hari Senin pagi di Jakarta.
Redaktur & Reporter : Elvi Robiatul
- Ekonom Sebut saatnya Reformasi Fiskal untuk Menjaga APBN
- Kementrans Siapkan Barelang Jadi Pilot Project Kawasan Transmigrasi Terintegrasi
- Agustina Sukses Bawa Semarang jadi Kota Pionir Inklusi Sosial
- Bitcoin Terkoreksi USD 80 Ribu, Peluang atau Ancaman bagi Investor?
- Tingkatkan Ekonomi Setelah Tsunami Selat Sunda, Istri Nelayan Produksi Aneka Olahan Laut
- Sandiaga Uno: SI IKLAS jadi Awal Kebangkitan Ekonomi