Rupiah Melemah, Akhir Juli Bisa Tembus Rp 14.800 per USD

jpnn.com, JAKARTA - Rupiah kembali melemah. Berdasar kurs tengah Bank Indonesia (BI), Rabu (3/7), rupiah berada di level Rp 14.418 per USD.
Itu berarti rupiah erosot 87 poin dari sehari sebelumnya yang berada di level Rp 14.331 per dolar AS.
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan, bank sentral akan terus melakukan serangkaian langkah stabilisasi.
Tidak hanya melalui kebijakan suku bunga, tetapi juga lewat intervensi untuk memastikan tersedianya likuiditas dalam jumlah yang memadai.
Otoritas moneter juga melakukan pembelian surat berharga negara (SBN) di pasar untuk menstabilkan nilai tukar rupiah.
”Asing belum masuk cukup besar, maka perlu intervensi valas oleh BI. Kalau ada investor asing menjual SBN-nya, BI akan membeli SBN dari pasar sekunder,” kata Perry.
Perry menambahkan, BI kini menunggu respons pasar atas kebijakan suku bunga.
Dia berharap kenaikan bunga acuan bisa membuat imbal hasil di pasar keuangan tetap menarik bagi investor asing.
Rupiah kembali melemah. Berdasar kurs tengah Bank Indonesia (BI), Rabu (3/7), rupiah berada di level Rp 14.418 per USD.
- Makin Anjlok, Kurs Rupiah Tembus Rp 16.588 Per USD
- Breaking News: Investor Frustrasi, Rupiah Tembus Rp 16.620
- Rupiah Hari Ini Menguat Efek Sentimen Negatif kepada USD
- Ekonomi Amerika Serikat Melambat, Rupiah Hari Ini Menguat
- BI Banten Beberkan Ciri-Ciri Uang Palsu, Masyarakat Harus Waspada
- Kurs Rupiah Hari Ini Anjlok, Kebijakan Donald Trump Biang Keroknya