Rupiah Terus Melemah, BI: Tak Perlu Dirisaukan

jpnn.com, JAKARTA - Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Mirza Adityaswara mengatakan, pelemahan nilai tukar rupiah tak perlu terlalu dirisaukan.
Sebab, secara fundamental, kondisi ekonomi Indonesia cukup baik.
Hal tersebut terlihat dari neraca pembayaran yang masih surplus dan angka inflasi yang rendah selama beberapa bulan terakhir.
Sementara itu, Ketua Kadin Indonesia Rosan Roeslani menyatakan, pergerakan nilai tukar rupiah memberikan dampak besar bagi pengusaha.
Jika rupiah melemah, akan ada beberapa target usaha yang meleset.
Karena itu, pihaknya berharap lebih baik nilai tukar rupiah stabil.
’’Rupiah turun sedih, rupiah naik kencang juga sedih protes juga. Jadi lebih kepada stabil saja,” ujarnya, Selasa (3/10).
Melemahnya rupiah tersebut diperkirakan masih berlanjut.
Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Mirza Adityaswara mengatakan, pelemahan nilai tukar rupiah tak perlu terlalu dirisaukan.
- Makin Anjlok, Kurs Rupiah Tembus Rp 16.588 Per USD
- Breaking News: Investor Frustrasi, Rupiah Tembus Rp 16.620
- Pramono Dorong Peran Bank DKI Mengimplementasikan QRIS Tap NFC Bank Indonesia
- Rupiah Hari Ini Menguat Efek Sentimen Negatif kepada USD
- bank bjb Permudah Penukaran Uang Jelang Lebaran Lewat SERAMBI
- Cadangan Devisa Turun Tipis Dipengaruhi Pembayaran Utang Pemerintah