Rusia Mengancam, Ukraina Darurat Militer

Dikabarkan, kapal-kapal Ukraina tersebut ditembaki dan kini dalam kondisi rusak. Total 24 kru ditawan dan 6 di antaranya luka-luka.
Kepala Badan Keamanan Negara (SBU) Ukraina Vasyl Hrytsak mengungkapkan bahwa salah seorang korban yang mengalami luka parah adalah petugas kontra intelijen di kapal itu. Rusia dikabarkan menembaki kapal dengan dua rudal tempur.
Hrytsak menegaskan bahwa serangan Rusia terhadap kapal-kapal Ukraina tersebut berlebihan. Apalagi, Rusia mengerahkan empat kapal AL, beberapa helikopter dan pesawat tempur, beberapa kapal tanker, serta enam personel Badan Keamanan Federal (FSB). Kekuatan itu jauh lebih besar daripada dua kapal patroli dan satu kapal penarik Ukraina.
''Ukraina akan mengambil langkah-langkah yang perlu untuk membebaskan awak yang ditawan,'' tegas Hrytsak sebagaimana dilansir Reuters. Versi Rusia, yang terluka hanya tiga orang dan itu pun ringan. Mereka tengah dirawat di rumah sakit.
Insiden di perairan yang membatasi Ukraina dan Rusia tersebut menuai reaksi dunia. Masyarakat internasional mengimbau dua pihak menahan diri. Sebab, jika konflik Ukraina dan Rusia terulang, ratusan bahkan ribuan nyawa bisa melayang. (sha/c22/hep)
Ketegangan Rusia dan Ukraina meningkat seiring disetujuinya penerapan status darurat militer oleh parlemen Ukraina Senin (26/11)
Redaktur & Reporter : Adil
- Volodymyr Zelenskyy Menyesali Pertengkaran dengan Donald Trump
- Kaya Gila
- Donald Trump Pundung, Amerika Setop Bantuan Militer untuk Ukraina
- Berdebat Sengit dengan Trump, Zelenskyy Tinggalkan Gedung Putih Lebih Awal
- Presiden AS dan PM Inggris Bertemu Untuk Akhiri Perang Ukraina
- Polisi Kejar 8 Perampok WN Ukraina di Bali, Kerugian Capai Rp3,4 M