Rutan Terbakar dan Anggota Tertembak, Dirjen PAS Diminta Mundur

Anjan merasakan, pihaknya sangat terbebani dengan lemahnya pengawasan narkotika di bawah Ditjen PAS.
Menurutnya, yang menjadi korban penembakan adalah anggotanya yang tengah berjuang untuk memberantas peredaran narkotika di Indonesia.
"Saya merasa ikut prihatin dengan apa yang menimpa, segera lakukan perbaikan dengan mengganti dirjen PAS," tegasnya.
BACA JUGA : Ditjen Pas Buru Dalang Kerusuhan di Rutan Siak
Selama ini, kata Anjan, permasalahan di dalam rutan maupun lapas masih bebas berkeliaran di dalamnya. Hal itu terjadi karena didalam penjara itu mendapatkan fasilitas super yang diberikan para sipir.
"Karena selama ini ada anggapan lebih mudah menjual narkotika di dalam penjara dibanding menjual di luar," terangnya.
Anjan juga menilai, selama ini keberadaan tahanan dalam lapas maupun rutan, kerap menjadi hulu atas masuknya narkotika ke Indonesia.
Di mana bandar besar yang tengah menjalani masa tahanan dengan mudahnya mengendalikan masukannya narkoba.
BNN sayangkan pengawasan yang sangat lemah dalam lapas sehingga peredaran narkoba marak dilakukan napi.
- Ribuan Narkoba Tangkapan TNI AL dan BNNP Aceh Dimusnahkan di Sini
- Bea Cukai Soekarno-Hatta Ungkap Jaringan Narkoba Internasional, Modus Pelaku Beragam
- Transaksi Narkoba di Indonesia Rp 524 Triliun per Tahun
- 3 Residivis Kasus Narkoba di Bali Berulah Lagi
- Anggap Sumut Darurat Narkoba, Sahroni Minta Polda hingga BNN Kerja Sama
- Petugas BNN Jateng Datang, Pengunjung Tempat Hiburan Malam di Semarang Kaget