RUU Pilkada dan RUU Pemda Dibahas Serentak
Rabu, 06 Februari 2013 – 21:12 WIB

RUU Pilkada dan RUU Pemda Dibahas Serentak
JAKARTA - Komisi II DPR bersama pemerintah yang diwakili oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) sepakat mengesahkan pembentukan Panitia Kerja (Panja) Rancangan Undang-Undang Pemilihan Kepala Daerah (RUU Pilkada). Kesepakatan tersebut tertuang dalam salah satu kesimpulan Rapat Kerja Komisi II dengan Kemendagri, di gedung DPR, Senayan Jakarta Rabu (6/2).
"Panja RUU Pilkada sudah sama-sama disetujui. Pimpinan Panja dijabat oleh semua pimpinan Komisi II secara bergantian," kata Wakil Ketua Komisi II, Abdul Hakam Naja, kepada waartawan, usai Raker dengan Mendagri, Gamawan Fauzi.
Dikatakannya, RUU Pilkada terdiri atas 1.100 Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) yang diharapkan selesai pembahasannya dalam waktu dekat. "Untuk mencapai target itu, pembahasan RUU Pilkada dilakukan secara mengelompokkan. Misalnya, pembahasan pemilihan kepala daerah apakah satu paket dengan wakilnya atau tidak? Demikian juga soal gubernur, apakah ditunjuk presiden atau melalui Pemilu," ujar Hakam.
Pembahasan melalui pengelompokkan isu diyakini akan lebih efektif karena anggota Komisi II hanya membahas substansi RUU tanpa harus masuk ke redaksional pasal-pasalnya. Selanjutnya untuk redaksionalnya akan diserahkan kepada tenaga ahli dan legal drafter untuk menghindari tumpang tindih aturan.
JAKARTA - Komisi II DPR bersama pemerintah yang diwakili oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) sepakat mengesahkan pembentukan Panitia Kerja
BERITA TERKAIT
- Ibas Ajak Semua Kader Demokrat Buat Program untuk Kesejahteraan Rakyat
- Ahli Kepemiluan Usul Ambang Batas Maksimal 50 Persen di Pilpres dan Pilkada
- Bahlil Digugat ke Mahkamah Golkar Gegara Ganti Ketua DPR Papua Barat Daya Tanpa Prosedur
- Soedeson Soroti Eksekusi Rumah Warga di Bekasi, Penegak Hukum Diduga Langgar Prosedur
- Polemik Band Sukatani soal Lagu Bayar Polisi, Dewi Juliani: Itu Kritik yang Harus Diterima
- Pakar Sebut Gap Politis Bikin Prabowo & Megawati Sulit Bertemu