Saat Rafli Mursalim Merasa Hidupnya Terasa Sangat Hampa

Ketika itu Rafli dan kawan-kawan berhasil lolos ke babak semifinal dan akhirnya membawa pulang peringkat ketiga.
Rafli yang sudah berpengalaman menimba ilmu di SSB Villa 2000 sejak berusia lima tahun itu juga sukses menyabet gelar individu dengan menjadi pencetak gol terbanyak dengan 15 gol.
Berkat kualitas individunya tersebut, sulung di antara dua bersaudara tersebut lantas direkomendasikan Menpora ke pelatih Indra Sjafri yang waktu itu sedang mencari pemain untuk berlaga di Piala AFF U-19 di Myanmar September lalu.
”Karena saya menjadi pencetak gol terbanyak di Liga Santri dan usia saya masih cukup, saya disuruh ikut seleksi oleh Pak Menteri. Dan alhamdulillah, berkat doa dan kerja keras, saya berhasil lolos seleksi,” imbuh Rafli.
”Tapi, saya belum puas sampai di sini. Karena saya ingin bermain di timnas senior dan klub besar tanah air,” harap fans berat Manchester United itu.
Meski besar di pesantren, dia masih ingin terus bermain bola. Sebab, menjadi pemain bola profesional adalah melanjutkan cita-cita lama ayahnya yang tertunda.
Saat masih muda, Rizal, ayah Rafli, adalah pemain PSM Makassar Junior dan beberapa kali mengikuti seleksi timnas meski gagal.
Karena itu, saat menyaksikan Rafli membela tim Garuda Nusantara di Piala AFF U-19 di Myanmar beberapa pekan lalu, ayahnya sangat senang bercampur haru.
Meraih prestasi sebagai top scorer Liga Santri 2016, karir Rafli Mursalim di dunia sepak bola akhirnya moncer.
- Safari Ramadan di Jateng, Muzani: Ponpes Harus Terlibat Wujudkan Indonesia Emas 2045
- BAZNAS Bantu Kemandirian Ekonomi Ponpes Melalui Program Zmart
- Polisi Ungkap Kronologi Kasus Pembacokan di Ponpes Ibun Bandung, Oh Ternyata
- Lewat Program Ini, Telkom Berkomitmen Mengatasi Perubahan Iklim di Indonesia
- Cucun Syamsurijal Apresiasi Peran Besar Kiai Cerdaskan Bangsa Lewat Pesantren
- Majelis Masyayikh Pengin Memastikan Pesantren Tak Hanya Bertahan, tetapi Berkontribusi