Saat Raja Bhumibol Sakit, Bursa Saham Terpuruk, Ketika Mangkat...

jpnn.com - BANGKOK - Perdana Menteri Thailand Prayuth Chan-O-Cha telah mengumumkan Negeri Gajah Putih itu berkabung selama satu tahun penuh menyusul mangkatnya Raja Bhumibol Adulyadej, Kamis (13/10) kemarin.
Selain itu, Prayuth juga mengingatkan kembali bahwa pewaris takhta telah ditentukan sejak 1972. Pemerintah akan menginformasikan parlemen terkait hal tersebut.
Tidak disebutkan dengan jelas siapa pewarisnya, namun Raja Bhumibol sudah menunjuk putra satu-satunya yaitu Maha Vajiralongkorn sebagai pewaris pada 1972 lalu. Dia bakal naik takhta sebagai raja yang baru.
Putra Mahkota yang berusia 63 tahun tersebut juga sudah kembali ke Thailand, Rabu (12/10). Dia lebih banyak tinggal di luar negeri dibandingkan di Thailand. Sebagian besar di Jerman.
Dirangkum dari Reuters dan AFP, Maha tidak seperti Bhumibol. (Maaf), Maha tidak terlalu disukai oleh penduduk Thailand. Dia tidak mewarisi kharisma sang ayah. Penduduk Thailand menganggap Bhumibol sebagai kekuatan pemersatu bangsa.
Di lain pihak, persiapan Maha untuk menggantikan Bhumibol sudah dilakukan sejak jauh hari. Maha yang jarang tampil di publik selama dua tahun belakangan kerap menggantikan tugas-tugas ayahnya. Dia baru bisa naik takhta secara resmi setelah masa berkabung usai. Artinya dia harus menunggu selama setahun ke depan.
Bahkan ada rumor bahwa kenaikan takhtanya akan ditunda untuk menunggu raja lain yang lebih dicintai oleh rakyat.
Kematian Bhumibol juga membuat masa depan Thailand kian tidak pasti. Saat istana mengumumkan kondisinya memburuk, bursa saham ikut terpuruk. Risiko ketegangan politik pasca kematian Bhumibol juga meningkat.
BANGKOK - Perdana Menteri Thailand Prayuth Chan-O-Cha telah mengumumkan Negeri Gajah Putih itu berkabung selama satu tahun penuh menyusul mangkatnya
- Kanselir Jerman Sebut Donald Trump Merusak Tatanan Niaga Global
- Lebih dari 3.000 Orang Tewas Akibat Gempa Myanmar
- Update Gempa Myanmar: Korban Meninggal Dunia Mencapai 2.800 Orang
- Amerika Bakal Persulit Pemohon Visa yang Suka Menghina Israel di Medsos
- Gempa Bumi Kembali Terjadi di Myanmar Hari Ini
- Korban Tewas Gempa Myanmar Mencapai 2.700 Orang, BNPB Beri Info soal WNI