Sacramento; Ketika Sebuah Kota Terancam Kehilangan Tim NBA (1)
Warga Siap Pindah atau Cari Pekerjaan Lain
Minggu, 27 Februari 2011 – 08:08 WIB

LOCKER KINGS: Azrul Ananda dan Masany Audri dari DBL Indonesia di ruang ganti Sacramento Kings di Arco Arena, Sacramento. Foto : JPPhoto
Ternyata, kehebohan Kings itu yang menyambut. Semua orang membicarakannya. Tinggal lama di Sac, tentu saya jadi penggemar Sacramento Kings. Sejak masih zaman susah di pertengahan 1990-an (dengan bintang utama Mitch Richmond), lalu zaman jaya di awal 2000-an (Chris Webber dkk), lalu sampai zaman susah lagi beberapa tahun terakhir.
Salah seorang teman baik saya (anak Indonesia) dulu pernah tinggal dengan host family yang bekerja di Arco Arena. Jadi sering banget dapat tiket gratis nonton. Sebagai kenangan tambahan, saya dulu juga wisuda di Arco Arena.
Ketika dalam beberapa tahun terakhir banyak bekerja bersama NBA (sebagai commissioner liga basket pelajar, DBL alias Development Basketball League, dan liga profesional NBL alias National Basketball League Indonesia), channel ke Kings menjadi semakin besar.
Tahu ada kabar Kings bakal pindah, tentu saya jadi ingin berkunjung lagi ke teman-teman yang bekerja di Kings. Bersama Masany Audri, general manager DBL Indonesia, Rabu pagi lalu (23/2) kami mampir ke Arco Arena, yang terletak di kawasan Natomas, di utara Sacramento.
Seberapa besar dampak sebuah tim profesional bagi sebuah kota di Amerika? Sacramento, ibu kota California, kini sedang resah karena terancam kehilangan
BERITA TERKAIT
- Musala Al-Kautsar di Tepi Musi, Destinasi Wisata Religi Warisan Keturunan Wali
- Saat Hati Bhayangkara Sentuh Kalbu Yatim Piatu di Indragiri Hulu
- Kontroversi Rencana Penamaan Jalan Pramoedya Ananta Toer, Apresiasi Terhalang Stigma Kiri
- Kisah Jenderal Gondrong ke Iran demi Berantas Narkoba, Dijaga Ketat di Depan Kamar Hotel
- Petani Muda Al Fansuri Menuangkan Keresahan Melalui Buku Berjudul Agrikultur Progresif
- Setahun Badan Karantina Indonesia, Bayi yang Bertekad Meraksasa demi Menjaga Pertahanan Negara