Sadis, Gegara Duit Rp 100 Ribu, Luqman Tewas di Tangan 13 ABG

jpnn.com, BANTUL - Luqman Rahma Wijaya, 17, warga Pleret, Bantul, meregang nyawa di tangah 13 ABG, Sabtu dini hari (8/8).
Dua pelaku kakak beradik berinisial PES, 17, dan MREP, 15, pernah masuk dalam rombongan kejahatan jalanan yang beraksi di jalan Siluk-Panggang akhir tahun lalu.
Tujuh ABG lainnya adalah warga Pleret AF, 17, BAS, 15, MFM, 15, BPS, 17, dan PEA, 14. Ada pula warga Imogiri BWF, 16 dan AWP, 16.
Polres Bantul juga menangkap empat tersangka lain yang ikut mengeroyok korban. Warga Pleret MZ, 19, warga Imogiri, M, 21, ARZ, 20, dan JRN, 23.
Sedangkan barang bukti yang disita oleh petugas yakni satu buah kaus lengan pendek warna hitam, satu ikat pinggang, satu celana olahraga pendek warna biru, satu gayung, satu kunci motor Kawasaki dan korek api warna merah.
Kapolres Bantul AKBP Wachyu Tri Budi menuturkan, kejadian pengeroyokan bermula ketika korban datang ke rumah rekannya, PES, Jumat (7/8) sekitar pukul 22.00 WIB. Maksud korban meminjam uang, tetapi tidak dipinjami.
“Dalam perkembangannya, sekira pukul 00.00, PES cerita kepada PEA jika uangnya senilai Rp 100.000 hilang. Tidak berlangsung lama, sekira pukul 02.00 korban meminjam motor tersangka AF untuk pulang, tetapi baru berjalan 10 menit, korban sudah datang dan membawakan rokok dan bungkusan berisi minuman,” jelasnya di Mapolres Bantul, Jumat (14/8).
Mengetahui hal tersebut, lanjut Wachyu, MREP mencoba memancing perkataan dan menyindir korban. Disusul PES, AF, PEA, BAS dan MFM mendesak korban untuk mengaku jika telah mencuri uang.
Hanya gara-gara duit Rp 100 ribu, nyawa Luqman Rahma melayang usai dikeroyok 13 anak baru gede (ABG).
- Pembunuhan Juwita oleh Oknum TNI AL Diduga Terencana, Ada Bukti
- Penyidik Usut Indikasi Kekerasan Seksual oleh Oknum TNI AL terhadap Juwita
- Pembunuhan Juwita oleh Oknum TNI AL, Denpomal Sita Sebuah Mobil
- 1 Pemuda Tewas Dikeroyok saat Idulfitri di Maluku Tengah, Ini Langkah Polisi
- Libur Lebaran, Pantai Selatan Bantul Dipadati Ribuan Wisatawan dari Berbagai Daerah
- Gelar Perkara Kasus Pembunuhan Juwita Dilakukan Tertutup, Ada Apa?