Saling Sindir di FB, Geng MTsN Keroyok Siswi
Kamis, 19 April 2012 – 09:12 WIB
"Kutanya kemarin awalnya tak mau mengaku, bahkan dibilang NF sudah damai. Dia takut karena mendapat ancaman akan dipukuli lagi , makanya tak bilang kejadian itu. Tapi belakangan ada sampai ke tangan kami, rekaman video ponsel soal pengeroyokan tersebut," papar Armayanti sambil menahan amarah.
Takut masalah ini jadi berlarut-larut, kasus selanjutnya dilaporkan ke Polres Pidie dengan nomor lapor TBL/65/IV/2012/Aceh/SPKT Pidie. "Saya tidak terima anak saya dapat perlakuan seperti itu. INi akan jadi pelajaran bagi mereka," tegas Armayanti.
Pasca aksi kejadian pengeroyokan yang dialami NF, orang tua korban mendadak berang. Tak terima atas perlakuan tak wajar tersebut, Armayanti pun melapor kepada Kepala Sekolah MTsn Sigli, Mustafa S.Ag. Naasnya bukan mendapat pembelaan, malah NF terancam dipecat karena sudah berulang kali membuat kesalahan, serta disebut memicu pertengkaran sesama siswi di sekolah itu.
"Apa rupanya kesalahan anak saya. Dia kan termasuk korban, dikeroyok rame-rame. Bahkan kini trauma karena kejadian kemarin. Bukan cuma NF yang mengalami konflik batin, adiknya pun sekarang sudah shock dan sering mengurung diri dalam kamar," kata Armayanti.
SIGLI - Tindak kekerasan melibatkan pelajar sepertinya sudah mewabah. Seperti kejadian di Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsn) Sigli, seorang siswi
BERITA TERKAIT
- SPBU di Sleman Ini Curang, Merugikan Konsumen Rp 1,4 Miliar
- Begini Analisa Reza Indragiri Soal Polisi Tembak Polisi di Solok Selatan
- Kabagops Polres Solok Selatan Tembak Kasat Reskrim yang Usut Tambang Liar, IPW Bilang Begini
- Kompolnas Sebut Polda Sumbar Harus Ungkap Fakta Polisi Tembak Polisi di Solok Selatan
- Calon Bupati Biak Numfor Jadi Tersangka Pelecehan Seksual Sesama Jenis
- Kabagops Polres Solok Selatan Langsung Serahkan Diri Seusai Tembak Mati Kasat Reskrim