Salju Bekukan Benua Eropa
Korban Tewas Sudah 18
Jumat, 03 Desember 2010 – 04:44 WIB
BERLIN - Musim dingin ekstrem kembali membekukan Benua Biru. Kemarin (2/12), hawa superdingin menyergap wilayah utara Eropa yang belakangan berselimut salju tebal. Lalu lintas darat dan jadwal penerbangan di beberapa negara kacau. Sedikitnya 18 orang tewas dilaporkan tewas di Eropa Utara. Jadwal penerbangan di Inggris kembali amburadul. Kemarin, Bandara Gatwick terpaksa kembali tutup. Sedikitnya 600 penerbangan dibatalkan. Salah satu bandara tersibuk di Negeri Ratu Elizabeth II itu sudah menghentikan operasionalnya sejak Rabu lalu (1/12). "Bandara Edinburg dan Bandara Kota London pun terpaksa ditutup sampai Kamis malam," terang Eurocontrol dalam situsnya.
Kaum tunawisma menjadi perhatian utama pemerintah di kawasan Eropa Utara pada cuaca ekstrem kali ini. Kemarin, pemerintahan Kanselir Angela Merkel sengaja membuka shelter khusus bagi gelandangan. Seluruh stasiun subway, terminal bus dan dapur umum yang menyediakan sup hangat wajib buka 24 jam. Setiap saat, kaum tunawisma Jerman bisa menghangatkan diri di tempat-tempat penampungan tersebut.
Baca Juga:
Di Polandia, salju dan temperatur ekstrem menewaskan sedikitnya 10 orang. Ribuan keluarga di negeri itu terpaksa bertahan di dalam rumah tanpa listrik karena terlalu dinginnya temperatur udara. "Untuk mencegah jatuhnya lebih banyak korban jiwa, warga diimbau langsung melapor kepada polisi jika menjumpai gelandangan atau pemabuk di jalanan," kata Jubir Kepolisian Mariusz Sokolowski pada Associated Press.
Baca Juga:
BERLIN - Musim dingin ekstrem kembali membekukan Benua Biru. Kemarin (2/12), hawa superdingin menyergap wilayah utara Eropa yang belakangan berselimut
BERITA TERKAIT
- Kang TB Sodorkan 4 Catatan Kritis soal Joint Statement Maritime RI-Tiongkok
- Temui Para Taipan Tiongkok, Prabowo Amankan Investasi Rp 156 Triliun
- Ditunjuk Jadi Wakil Ketua Delegasi, Raja Juli Mendampingi Hashim ke Forum COP29
- Prabowo Ingin Berguru dari China Cara Mengatasi Kemiskinan
- Inilah Misi Prabowo ke China, Ada soal Pemberantasan Kemiskinan
- PPI Munich Gelar Sports and Culinary Festival Perdana di Munich