Samad: Di Banten itu Kejahatan Keluarga
"Kasus di Banten itu banyak, bukan cuma di Tangerang Selatan. Tapi juga di Provinsi Banten. Banyak sekali pengaduan masyarakat," tuturnya. Namun, dia tidak merinci apa saja yang diadukan masyarakat. Termasuk apakah itu berarti Ratu Atut berpotensi menjadi tersangka di salah satu kasus itu.
Dia hanya menyebut secara umum beberapa kasus itu. Selain alkes, ada juga dugaan korupsi dalam pemberian bantuan sosial, hingga pembangunan infrastruktur. Menurut Samad, ada kemiripan pelaku dalam beberapa kasus tersebut.
"Di Banten itu kejahatan keluarga. Kita ingin memeriksa satu persatu dan mensinergikan, karena antara satu dengan lainnya punya keterkaitan," jelasnya. Samad menyebut masih memerlukan beberapa informasi keterangan dan fakta. Lembaga antirasuah itu memang mengendus ada yang tidak beres dalam proyek pengadaan alkes..
Selain di Pemprov Banten, wilayah lain yang terindikasi masalah ada di daerah kekuasaan Airin. Yakni, kota Tangerang Selatan. Namun, untuk kawasan tersebut KPK sudah menetapkan tersangka yaitu Tubagus Chaeri Wardhana. (dim)
JAKARTA - Penyidik KPK gagal memeriksa Gubernur Banten, Ratu Atut Chosiyah dan iparnya yang menjabat sebagai Wali Kota Tangerang Selatan, Airin Rachmi
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi
- Nilai IKIP Kaltim Meningkat, Masuk Tiga Besar Nasional
- Yorrys Raweyai: DPD Akan Mengawal Proses Pembangunan PIK 2 Tangerang
- BPMK Lanny Jaya Diduga Potong Dana Rp 100 juta dari 354 Kampung
- Kipin Meraih Penghargaan Utama di Temasek Foundation Education Challenge
- Sri Mulyani: Setiap Guru adalah Pahlawan yang Berkontribusi Besar bagi Kemajuan Indonesia
- Kerugian Negara Hanya Bisa Diperiksa BPK, Ahli: Menjerat Swasta di Kasus PT Timah Terlalu Dipaksakan