Samarinda, Baik di Mata KPK Jeblok Versi TII

Samarinda, Baik di Mata KPK Jeblok Versi TII
Samarinda, Baik di Mata KPK Jeblok Versi TII
Wakil Ketua KPK Chandra Martha Hamzah yang hadir dalam rilis IPK TII di gedung Graha Niaga, menyebutkan, hasil survei kedua lembaga tersebut berbeda karena acuannya juga berbeda. KPK pada pelayanan publik sedangkan TII menyoroti pandangan pelaku usaha terkait masih ada tidaknya korupsi di dunia usaha. Meski begitu, menurut Chandra, kedua survei tersebut saling melengkapi dan bisa mencerminkan kondisi riil masih banyaknya korupsi di daerah.

Manajer Tatakelola Ekonomi TII Frenky Simanjuntak mengatakan, survei dilakukan sejak Mei sampai Oktober 2010 melibatkan 9.237 pengusaha dari 50 kota (33 provinsi dan 17 kota yang dinilai signifikan secara ekonomi). Hasilnya,  Denpasar mendapat skor tertinggi 6,71, Tegal (6,26) dan Solo (6,00).

Sedangkan terendah ditempati Pekanbaru dan Cirebon dengan skor sama-sama 3,61. Ditambahkannya, skala 0-10 artinya angka terendah berarti terkorup dan jika mendekati 10, pejabat di suatu daerah berupaya menegakan hukum secara serius sekaligus membangun sistem usaha yang bersih dari korupsi.(pra/jpnn)


JAKARTA - Para pengusaha menempatkan Samarinda sebagai kota dengan pejabat paling sering melakukan tindakan berbau korupsi dibanding pejabat daerah


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News