Sampoerna-ExxonMobil Bangun Sekolah Berstandar Internasional
200 Siswa Miskin dari Seluruh Indonesia Dapatkan Pendidikan Gratis
Kamis, 21 Juli 2011 – 11:53 WIB

Sampoerna-ExxonMobil Bangun Sekolah Berstandar Internasional
Lebih jauh Nenny menambahkan, Sampoerna Academy ini mengadaptasi kurikulum pendidikan berskala internasional dari Cambridge University dengan kurikulum nasional atau Kuirkulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). "Konsep pendidikan kami juga adalah pendidikan asrama atau boarding education," ucapnya.
Di tempat yang sama, Bupati Bogor, Rahmat Yasin mengatakan sangat mendukung hadirnya sekolah Sampoerna Academy Bogor Campus di wilayah kabupaten Bogor, Jawa Barat. "Kami berharap sekolah ini bisa mencetak lebih banyak siswa berprestasi dan menjadi contoh sekolah-sekolah lainnya agar kualitas pendidikan di Indonesia terus meningkat. Kami juga sudah menyimak, bahwa siswa siswi Sampoerna todak hanya pintar secara akademis, tetapu memiliki jiwa kepemimpinan dan rasa tanggung jawab sosial yang tinggi," paparnya.
Diketahui, Putera Sampoerna Foundation pada tahun 2009 sudah membuka Sampoerna Academy di Malang dan Palembang, di mana siswa siswi di Malang mayoritas dari Jawa Timur, sedangkan siswa siswi di Palembang berasal dari Sumatera dan Kalimantan. Total keseluruhan siswa siswi di seluruh Sampoerna Academy saat ini sebnyak 993 siswa dengan 525 siswa siswi baru angkatan 2011/2012. "Tahun ini, kami juga telah berencana untuk meresmikan Sampoerna Academy di Bali," imbuhnya.(cha/jpnn)
JAKARTA- Putera Sampoerna Foundation dan Exxon Mobil meluncurkan Sekolah Menengah Atas (SMA) berstandar internasional pertama di Indonesia. Sekolah
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi
BERITA TERKAIT
- Muhammadiyah Jakarta Minta Izin kepada Pramono Terkait Pembangunan Universitas
- Waka MPR Ibas Berharap Sekolah Rakyat Dibangun di Pacitan, Minta Bupati Siapkan Lahan
- Pemerintah Siapkan 20 Ribu Rumah Siap Huni untuk Guru, Mendikdasmen: Ada Subsidinya
- Soroti Menurunnya Jumlah Pendaftar ke Perguruan Tinggi, Begini Kata Wakil Ketua MPR
- Wakil Ketua MPR Minta Penerapan Wajib Belajar 13 Tahun Dipersiapkan dengan Baik
- SPMB 2025: Penerimaan Murid Baru Dipantau Kemendikdasmen, Manfaatkan Helpdesk