Sandiaga Uno Jajal Keseruan Arung Jeram di Desa Wisata Buluh Duri di Serdang Bedagai

Batu ini berada di bibir sungai dan menjadi cagar budaya di Kecamatan Sipispis. Ada Batu Katak yang menyerupai katak.
Arung jeram di Desa Wisata Buluh Duri terbagi ke dalam tiga kategori, yaitu dua jam, empat jam, dan enam jam.
Untuk harganya sendiri pun bervariatif tergantung kategori arung jeram yang dipilih, kisaran Rp 100 ribu-Rp 350 ribu.
Seusai menjajal rafting, Menparekraf Sandiaga menyaksikan penampilan tari tradisional suku Batak, yakni Tari Tortor Sombah dari Sanggar Sibaja.
Tari Tortor Sombah sendiri biasanya ditampilkan pada acara-acara kehormatan, seperti penyambutan tamu, pernikahan, hingga acara adat lainnya.
Ada juga Tarian Pengalo-Ngalo yang merupakan tarian dari Kerajaan Bajalingge, bermakna memberi semangat dan doa restu kepada tamu.
Selain kesenian, terdapat produk ekonomi kreatif lainnya, seperti kriya dan kuliner khas, di antaranya alat tenun, anyaman rotan, anyaman tikar, sandal dan kuliner khas Buluh Duri, ombus-ombus, lontong pecal, ikan cencen goreng, ayam holat dan mi glosor.
Menparekraf Sandiaga mengakui potensi alam Desa Buluh Duri luar biasa, tetapi perlu dibarengi dengan amenitas yang berkualitas.
Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno menjajal keseruan wisata arung jeram di Desa Buluh Duri di Kabupaten Serdang Bedagai, Sumut.
- Peraih Rekor MURI Keliling Eropa Bahas Masalah Kesehatan Mental
- Pembangunan Dermaga Kapal di PIK Pacu Pariwisata Kepulauan Seribu
- Polisi: Kunjungan Wisata ke Lembang Saat Idulfitri Menurun 20 Persen
- Libur Lebaran, 2 Wisatawan Hilang Tenggelam di Pantai Garut
- 167 Ribu Wisatawan Kunjungi Ancol Selama 3 Hari Libur Lebaran
- 4.627 Wisatawan Kunjungi Kepulauan Seribu