Sanepa Anies
Oleh: Dhimam Abror Djuraid

Penyebutan itu berbau prejoratif yang merendahkan dari Fadli.
Padahal cerita Petruk Dadi Ratu menyisipkan kisah pemberontakan orang biasa terhadap kekuasaan oligarki elitis para Dewa.
Petruk membongkar oligarki itu. Tetapi, kualitas intelektual Petruk yang terbatas akhirnya membuat kepemimpinannya kacau balau.
Fadli Zon dan Fahri Hamzah menyebut Jokowi sebagai ‘’plonga-plongo’’. Baik Fadli maupun Fachri tidak punya latar belakang budaya Jawa.
Bagi orang Jawa Fadli dan Fahri disebut sebagai ‘’gak jowo’’ tidak Jawa, yang berarti belum matang dalam bersikap.
Akan tetapi, diksi plonga-plongo yang dipakai ‘’ganda putra’’ Fadli-Fahri itu menjadi diksi yang sangat populer dan menjadi kosa kata baru dalam kamus politik Indonesia.
Gaya politik Jokowi yang sederhana dan merakyat itu di mata banyak orang menjadi plus, tetapi di mata Fadli dan Fahri menjadi minus.
Era Jokowi segera berakhir, dan akan muncul era baru.
Anies Baswedan menjadi antitesis Jokowi dalam banyak hal. Intelektualitas hanya salah satu di antaranya saja.
- AHY Jawab Begini Ditanya Pertemuan Prabowo, SBY, dan Megawati
- Simak Penilaian Gibran tentang Didit Prabowo, Begini
- Lihat yang Dilakukan Gibran saat Mudik ke Solo, Paten!
- Pak Luhut Sudah ke Rumah Jokowi di Hari Pertama, Ada Kompol Syarif
- Jadi Ketua Dewan Pembina PARFI '56, Fadli Zon Sampaikan Komitmen untuk Industri Film
- NasDem Menghormati Jika Jokowi Pilih Gabung PSI