Saran Buat Mbak Puan Dalam Merespons Mahasiswa yang Bakal Demo Lagi

jpnn.com, JAKARTA - Ketua DPR Puan Maharani disarankan membuka dialog dengan mahasiswa yang berencana melakukan aksi besar-besaran jika hingga 14 Oktober 2019, Presiden Jokowi tak menerbitkan Perppu KPK (Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang tentang Komisi Pemberantasan Korupsi).
“Sebaiknya Mbak Puan mengajak mahasiswa berdiskusi soal substansi tuntutan mereka,” kata analis politik Adi Prayitno kepada jpnn.com, di Jakarta, Rabu (9/10).
Adi yakin langkah itu akan menghidupkan dialektika dan mutual understanding atau saling pengertian secara dua arah. Dengan begitu, akan ada titik temu atas persoalan yang menjadi tuntutan mahasiswa.
"Mahasiswa-mahasiswa yang kritis dan vokal belakangan ini diidentifikasi saja, ajak mereka berdialog secara terbuka soal substansi tuntutannya," tukas direktur eksekutif Parameter Politik Indonesia ini.
Pengajar di Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta ini menilai mahasiswa marah dan turun ke jalan karena merasa tidak diajak berdiskusi. Sebab, ruang dialog yang mereka harapkan masih tersendat.
"Mahasiswa itu marah karena merasa tak diajak diskusi saja. Keran dialognya mestinya dibuka lebar sebelum ada pengesahan revisi UU KPK,” tandasnya.(fat/jpnn)
Pengamat Politik Adi Prayitno menyarankan kepada Ketua DPR RI Puan Maharani untuk mengajak mahasiswa berdiskusi soal substansi tuntutan mereka.
Redaktur & Reporter : Friederich
- Ini Pesan Megawati untuk Prabowo Lewat Didit
- Hadiri Open House di Rumah Ketua MPR, Puan Ungkap Pembicaraan Politik
- Megawati Soekarnoputri Titip Salam ke Prabowo Lewat Didit
- Potensi Cuaca Ekstrem Saat Arus Mudik 2025, Puan Beri Imbauan
- Soal Teror Terhadap Tempo, Puan Harap Polisi Buka Penyelidikan
- Soal Restu PDIP untuk Junimart Jadi Dubes RI, Deddy: Silakan Tanya ke Mbak Puan