Saran TB Hasanuddin Soal Perpres Pelibatan TNI dalam Pemberantasan Terorisme

jpnn.com, JAKARTA - Draf Peraturan Presiden (Perpres) tentang pelibatan TNI dalam menanggulangi aksi terorisme telah dibahas oleh DPR bersama dengan pemerintah.
Hal itu diungkap anggota DPR Fraksi PDI Perjuangan TB Hasanuddin dalam webinar “Pelibatan TNI dalam Kontra Terorisme” yang digelar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Sriwijaya (UNSRI), Jumat (23/10).
Dalam diskusi tersebut, mengundang empat narasumber yaitu akademisi UNSRI Henny Yuningsih dan Nur Aslamiah Supli, peneliti Marapi Beni Sukadis, serta Hasanuddin.
Menurut TB Hasanuddin, saat ini DPR dan pemerintah tengah melakukan pembahasan substansi pada pasal-pasal yang dianggap penting untuk memastikan perpres ini sesuai dengan undang-undang (UU) induknya.
“Perpres ini harus sesuai dengan kedua UU induknya, yaitu UU 34/2004 tentang TNI dan UU 5/2018 tentang Tindak Pidana aksi Terorisme," katanya.
Mantan sekretaris militer kepresidenan itu juga menyepakati beberapa pengaturan dalam pasal-pasal perpres.
Hasanuddin memberikan catatan pada Pasal 5 mengenai kegiatan dan operasi penangkalan yang ditetapkan oleh Panglima TNI.
"Saya menyarankan bahwa operasi penangkalan selain ditetapkan oleh Panglima tetapi juga berdasarkan perintah presiden setelah berkonsultasi dengan DPR RI," tambahnya.
TB Hasanuddin mengingatkan supaya Perpres pelibatan TNI harus sesuai dengan UU induknya, yakni UU 34/2004 tentang TNI dan UU 5/2018 tentang Tindak Pidana aksi Terorisme
- TB Hasanuddin Minta Kasus Dugaan Pembunuhan Jurnalis oleh Oknum TNI AL Diusut Tuntas
- TB Hasanuddin Minta Kerja Sama Pemprov Jabar dan TNI AD Ditangguhkan, Ini Alasannya
- Seharusnya Hasan Nasbi Bicara Pengusutan Teror, Bukan Saran agar Tempo Masak Kepala Babi
- Anggota Komisi I DPR Dukung Dewan Pers Ungkap Kasus Teror Terhadap Tempo
- Ribuan Tentara Terimbas UU Baru TNI, Harus Pensiun atau Ditarik ke Barak Lagi
- Legislator PDIP: Ungkap Terang Kasus Penembakan 3 Polisi di Lampung