Sarana Jaya Gandeng Jakarta Tourisindo Garap Potensi Pariwisata di Selatan Jakarta

“Dengan adanya sinergi ini diharapkan dapat menginspirasi BUMD-BUMD untuk dapat mengikuti jejak yang sama,” ucapnya.
Turut hadir dalam penandatanganan kerja sama ini, Badan Pengawas Badan Usaha Milik Daerah (BPBUMD) dan segenap jajaran komisaris baik dari Sarana Jaya dan PT Jakarta Tourisindo.
Proyek-proyek yang direncanakan dalam kerangka kerja sama ini mencakup pembangunan kawasan komersial, hotel, pusat perbelanjaan, dan infrastruktur pendukung lainnya.
Sarana Jaya akan menghadirkan pengalaman dan keahlian mereka dalam mengembangkan properti komersial yang modern dan fungsional, sementara PT Jakarta Tourisindo akan memastikan bahwa pengembangan tersebut juga mendukung pertumbuhan sektor pariwisata yang berkelanjutan.
Kerja sama ini juga diharapkan dapat memberikan manfaat ekonomi yang signifikan bagi masyarakat Jakarta.
Dengan adanya pengembangan lahan tersebut, diharapkan akan tercipta lapangan kerja baru dan meningkatnya pendapatan daerah.
Selain itu, pengembangan properti dan sektor pariwisata yang terencana dengan baik juga akan memberikan dampak positif terhadap citra Jakarta sebagai tujuan bisnis dan pariwisata yang menarik di tingkat nasional dan internasional.
Dalam penandatanganan pengembangan lahan TB. Simatupang antara Sarana Jaya dan PT Jakarta Tourisindo, merupakan langkah yang positif dalam mendorong pertumbuhan sektor properti dan pariwisata di Jakarta.
Perumda Pembangunan Sarana Jaya dan PT Jakarta Tourisindo (Jakarta Experience Board), telah resmi menandatangani perjanjian kerja sama untuk mengembangkan lahan
- Wagub Jateng Ikut Rombongan Mudik Gratis dari Jakarta ke Semarang
- Kuku Bima Meluncurkan Iklan Pariwisata, Perkenalkan Labuan Bajo ke Mancanegara
- DLH DKI Ajak Warga Sekitar Kunjungi RDF Plant Rorotan yang Sebelumnya Terdampak Bau
- DLH DKI Ajak Warga Sekitar Kunjungi RDF Plant Rorotan yang Sebelumnya Terdampak Bau
- Disparekraf DKI Pastikan Destinasi Wisata Jakarta Siap Menyambut Libur Lebaran
- Damkar DKI Tangani 6.800 Kasus Lainnya di 2024, 4 Kali Lipat Melebihi Kebakaran