Sarankan Kongres PDIP Lakukan Evaluasi atas Kebijakan Jokowi
Agar Kebijakan Pemerintah Kembali ke Nawacita dan Trisakti

jpnn.com - JAKARTA - Kongres PDI Perjuangan di Bali yang digelar besok (9/4) hingga Sabtu (11/4) harus menjadi perhatian bagi Presiden Joko Widodo. Sebab, bisa saja kongres partai pimpinan Megawati Soekarnoputri itu menjadi ajang untuk mengoreksi kebijakan presiden yang lebih dikenal dengan sapaan Jokowi itu.
Menurut pengamat politik Universitas Padjadjaran (UNPAD) Bandung, Firman Manan, hal yang perlu diingat adalah Jokowi merupakan kader PDIP. Firman mengingatkan Jokowi bahwa bisa saja PDIP menarik dukungan ke kadernya yang duduk di pucuk pemerintahan itu jika kebijakannya saat ini malah berseberangan dengan partai pemenang pemilu legislatif 2014 itu.
"Kongres selayaknya mengevaluasi berbagai kebijakan dan program pemerintah yang terkait dengan upaya realisasi Nawa Cita. Evaluasi juga perlu dilakukan terhadap kinerja Presiden serta kabinetnya," kata Firman, Rabu (8/4).
Ia menambahkan, hasil evaluasi terhadap kebijakan serta kinerja pemerintahan Jokowi dapat dirumuskan dalam rekomendasi kongres terhadap pemerintah. Sebab, lanjut Firman, PDIP mempunyai kepentingan agar pemerintah berjalan pada jalur yang benar karena tingkat penerimaan serta kepercayaan publik terhadap partai berlambang kepala banteng itu ditentukan kinerja kadenya yang duduk sebagai penyenggaraan pemerintahan.
Firman pun menyarankan tiga langkah yang perlu dirumuskan dalam kongres PDIP agar Jokowi kembali konsisten mengusung Nawa Cita dan Trisakti. Pertama, PDIP perlu menegaskan karakternya sebagai partai ideologis di tengah kecenderungan praktik politik pragmatisme yang menggerus kepercayaan masyarakat terhadap partai politik.
Kedua, PDIP semestinya mengevaluasi kinerja pemerintahan Jokowi yang semakin tak dipercaya publik. Pasalnya, kebijakan-kebijakan yang dilakukan Jokowi tidak hanya berseberangan dengan ideologi yang dianut PDIP, tapi juga tidak memihak rakyat.
Langkah ketiga yang tak kalah penting adalah upaya membangun saluran komunikasi yang efektif antara PDIP dan Presiden Jokowi selama penyelenggaraan pemerintahan lima tahun ke depan. "Hal-hal ini harus ditegaskan dalam kongres PDIP. Mengingatkan kembali tentang cita-cita Trisakti dan realisasi Nawa Cita," cetus Firman.
Menurutnya, dengan adanya penegasan di kongres maka PDIP dan Jokowi bisa berada dalam komitmen yang sama untuk menjalankan agenda pro-rakyat. "Persamaan kepentingan yang seharusnya menyatukan Presiden Jokowi maupun kader-kader PDIP lainnya adalah adanya komitmen dan konsistensi untuk bersama-sama merealisasikan Trisakti serta Nawa Cita melalui berbagai agenda politik dan pemerintahan yang pro-rakyat," cetusnya.
JAKARTA - Kongres PDI Perjuangan di Bali yang digelar besok (9/4) hingga Sabtu (11/4) harus menjadi perhatian bagi Presiden Joko Widodo. Sebab, bisa
- Ahli Kepemiluan Usul Ambang Batas Maksimal 50 Persen di Pilpres dan Pilkada
- Bahlil Digugat ke Mahkamah Golkar Gegara Ganti Ketua DPR Papua Barat Daya Tanpa Prosedur
- Soedeson Soroti Eksekusi Rumah Warga di Bekasi, Penegak Hukum Diduga Langgar Prosedur
- Polemik Band Sukatani soal Lagu Bayar Polisi, Dewi Juliani: Itu Kritik yang Harus Diterima
- Pakar Sebut Gap Politis Bikin Prabowo & Megawati Sulit Bertemu
- Rano Karno Bakal Hadiri Retret Kepala Daerah, Berangkat ke Magelang Malam Ini