Sosialisasi 4 Pilar Lewat Pergelaran Wayang Golek
Sarifuddin Sudding: Keragaman Sebagai Kekuatan Bangsa

Disampaikan kepada ratusan orang yang hadir dalam acara itu, sosialisasi dengan metode pagelaran seni budaya juga merupakan salah satu bentuk penerapan Pasal 32 UUD NRI Tahun 1945. Dengan aturan yang ada dalam UUD tersebut, menurut Wawan, negara wajib melestarikan kebudayaan nasional di tengah peradaban dunia dengan menjamin kebebasan masyarakat dalam memelihara dan mengembangkan nilai-nilai budaya.
Menurutnya, pada malam itu masyarakat akan diberikan pemahaman 4 Pilar MPR lewat wayang golek, dengan mengambil kisah atau lakon yang berjudul 'Kesatria Daerah', dengan dalang K. Ceceng Arifin.
Lebih lanjut, Alumnus Program Pascasarjana UI itu mengatakan pergelaran wayang golek malam itu adalah selain menanamkan nilai-nilai luhur yang terkandung dalam Empat Pilar MPR, juga sebagai bentuk tindakan nyata dalam pelestarian seni dan budaya yang ada di Indonesia.
"Melalui wayang golek, mudah-mudahan nilai-nilai luhur bangsa dapat diinternalisasikan kepada masyarakat," harapnya.
Dalam kesempatan itu, Wawan mengabarkan kepada masyarakat bahwa MPR saat ini masuk dalam lima besar lembaga yang dipercaya oleh masyarakat.
"Lima besar lembaga yang dipercaya oleh masyarakat, selain MPR, adalah TNI, Polri, KPK, dan Presiden," ungkapnya.
Dasar lima lembaga itu dipercaya masyarakat berdasarkan survei yang dilakukan beberapa lembaga survei.
“Hal demikian wajib disyukuri," papar Wawan.
Sosialisasi Empat Pilar MPR kali ini menggunakan metode pentas seni dan budaya di Balai Desa Sukamanah, Kecamatan Mega Mendung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, 12 September 2020.
- 3 Juta Lulusan SMA/SMK Menganggur, Waka MPR: Berbagai Langkah Harus Segera Diambil
- HNW Usulkan ke Prabowo Terbitkan Keppres yang Tetapkan 3 April sebagai Hari NKRI
- Danantara dan Komitmen Presiden Bagi Hilirisasi SDA-Tanaman Pangan
- Waka MPR Dorong Pemda Proaktif Sosialisasikan Persyaratan SPMB 2025 Secara Masif
- Waka MPR Sebut Inisiatif Putra Prabowo Temui Megawati Meneduhkan Dinamika Politik
- Johan Rosihan PKS: Idulfitri jadi Momentum Membangun Negeri dengan Akhlak