Sarjana Bisnis yang Tercebur di Lapangan Hijau
Minggu, 27 Mei 2012 – 13:29 WIB

Sarjana Bisnis yang Tercebur di Lapangan Hijau
Di musim keduanya bersama Chelsea, Di Matteo malah menjadi bagian sukses The Blues merebut treble winners (Piala Liga Inggris, Piala Winners, dan Piala Super Eropa). Tapi, pada Februari 2002, dia dipaksa pensiun dini (usia 31) karena frustrasi oleh cedera. Yang paling parah adalah ketika tiga tulang kakinya retak dan memaksanya absen dari lapangan hijau selama 18 bulan.
“Saya menjalani operasi hingga sepuluh kali, sembilan di antaranya bahkan berlangsung hanya dalam kurun waktu enam pekan.
Seusai gantung sepatu, Di Matteo mulai merambah dunia baru sebagai komentator televisi, menempuh MBA di Sekolah Ekonomi Eropa, dan menekuni bisnis restoran. Tapi, dia memang tidak bisa jauh dari sepak bola. Dia mengambil kursus kepelatihan. “Profesi pelatih saya anggap sebagai pengganti waktu saya sebagai pemain yang hilang,” ujarnya.
“Juga karena saya melihatnya sebagai tantangan menarik karena di kompetisi kasta bawah Inggris, masih banyak pemain yang belum memahami bagaimana mengatur ritme permainan,” sambungnya.
HANYA dalam 75 hari, Roberto di Matteo berhasil mempersembahkan dua trofi bergengsi, Piala FA dan Liga Champions. Capaian fantastis untuk pelatih
BERITA TERKAIT
- Musala Al-Kautsar di Tepi Musi, Destinasi Wisata Religi Warisan Keturunan Wali
- Saat Hati Bhayangkara Sentuh Kalbu Yatim Piatu di Indragiri Hulu
- Kontroversi Rencana Penamaan Jalan Pramoedya Ananta Toer, Apresiasi Terhalang Stigma Kiri
- Kisah Jenderal Gondrong ke Iran demi Berantas Narkoba, Dijaga Ketat di Depan Kamar Hotel
- Petani Muda Al Fansuri Menuangkan Keresahan Melalui Buku Berjudul Agrikultur Progresif
- Setahun Badan Karantina Indonesia, Bayi yang Bertekad Meraksasa demi Menjaga Pertahanan Negara